GerbangIndonesia, Lombok Tengah – Siapa bilang guru yang berasal dan mengajar di pelosok tidak bisa menoreh prestasi. Hal itu tidaklah benar.
Buktinya, Ahmad Fauzi dari Lelong Desa Lelong Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah berhasil menyabet juara pada ajang Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober lalu.
Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah ini merupakan ajang perdana di wilayah ini. Dan di ajang perdana ini, utusan dari Yayasan Darul Ihsan (Yadaih) Lelong berhasil menyabet juara III.
Cerita Islami yang membawa nama Ahmad Fauzi dari Yadaih Lelong ini diberi judul “Para penghuni kubur berkerumunan mengambil kiriman do’a”.
Meski kisah yang ditampilkan bernuansa fiksi, namun ternyata cerita itu diambil dari kisah nyata dan harus diambil dari kita kuning sehingga mampu menghipnotis dewan juri.
“Alhamdulillah, meski kami sebenarnya sempat tidak diunggulkan, mungkin karena dari pelosok tapi utusan kami mampu bersaing dengan pesaing yang notabene berasal dari madrasah yang sudah bisa dikatakan sangat maju dan terkenal,” ungkap Pembina Yadaih, Zulhadi, M.Pd.I kepada GerbangIndonesia.
Kebanggaan yang dirasakan, lanjut Zulhadi tidak hanya karena utusannya berasal dari pelosok dan sempat tidak diunggulkan, tetapi karena ternyata Ahmad Fauzi bukanlah guru agama di Yayasan ini melainkan guru bahasa Inggris.
“Itu baru guru bahasa Inggris, bagaimana kalau yang menulis cerita Islami itu adalah guru agama Islam,” sambungnya sambil berkelakar dalam bangganya.
Memang, lanjut dia, di yayasan yang dibinanya ini rata-rata guru memiliki baground Ponpes sehingga meskipun mengampu mata pelajaran lainnya sudah mmemahami ajaran Islam dan sudah mampu membaca kitab kuning atau kitab gundul alias kitab yang tidak berbaris.
“Mungkin itu juga salah satu kelebihan yang dimiliki yayasan ini, dan untuk guru memang kami seleksi betul kompetensinya agar bisa mengeluarkan santri-santri yang unggul juga,” tukasnya.
Sementara itu, Ahmad Fauzi menyatakan, keberhasilannya menorehkan prestasi di ajang bergengsi tingkat Kabupaten ini tidak terlepas dari dukungan seluruh keluarga besar Yayasan Darul Ihsan. Dukungan yang diberikan, lanjut dia tidak hanya berupa materi semata melainkan lebih besar dari itu yakni dukungan moril dan semangat yang terus diberikan.
“Dan saya persembahkan prestasi ini untuk seluruh keluarga besar Darul Ihsan,” ucapnya.
Dia berharap semoga keberhasilannya kali ini sebagai awal dari Yadaih untuk meraih prestasi-prestasi lainnya di belakang hari.
“Dan tentunya kami berharap dengan apa yang kami raih saat ini semoga Yayasan ini nantinya bisa berkembang dan lebih diperhatikan di belakang hari, lebih punya nama lah maksudnya, mudahan bisa semakin maju,” harapnya.
Baca Juga: Test Drive Sirkuit Mandalika, Menko Airlangga: Luar Biasa, Sangat Indah!
Sebab, lanjut dia, meski yayasan ini berada di wilayah pelosok, tapi di setiap kesempatan dan event penting maka selalu mengambil peran.
“Yah meski di pinggiran, itu bukan halangan untuk berpacu dan bersaing dengan ponpes yang lain toh,” tutupnya. (gi05)
Editor:Lalu Habib Fadli








