Ruangan belajar yang digunakan siswa Madrasah Ibtida'iyah (MI) Aunul Ibaad Desa Pandan Duri, Kecamatan Terara Lotim. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA



GerbangIndonesia, Lotim – Kondisi tiga ruangan yang digunakan belajar oleh siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yayasan Pondok Pesantren Aunul Ibaad NW Maji, Kecamatan Terara Lombok Timur, sangat memprihatinkan. Bahkan nyaris tidak layak untuk dijadikan ruangan belajar mengajar.

Baca Juga: Adu Data Lahan Mandalika, ITDC-BPN Justru Bawa Tangan Kosong

Gedung madrasah ini hanya berdinding bedek, triplek dan beratapkan seng bekas.

Bangunan tersebut dibangun sejak tahun 2012 lalu dengan menggunakan dana sumbangan dari masyarakat sekitar dan sejak tahun itu bangunan tersebut mulai digunakan oleh siswa.

Pengurus Ponpes Muhammad, S.Pd menuturkan, bangunan tersebut mulanya hanya dua ruangan. Namun karena kondisi murid yang semakin bertambah sehingga terpaksa ruangan tersebut disekat menjadi tiga ruangan. Bangunan ini dimanfaatkan siswa kelas 1, 2 dan 3.

“Sebenarnya kita punya bangunan baru tapi mangkrak karena terkendala dana. Itu aja kita masih berutang, makanya tidak bisa kita lanjutkan pembangunannya jadi mau tidak mau ruangan itu tetap kami pakai walapun kedaannya sangat memperihatinkan,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (18/1).



Dengan keadaan bangunan yang sangat memprihatinkan mengakibatkan proses belajar mengajar menjadi terganggu. Sebab selain bangunan yang menggunakan bedek, kondisi ruangan juga yang sangat sempit. Ditambah lagi dengan atap bangunan yang bocor. Terlebih memasuki musim hujan seperti saat ini.

Diakuinya, meski keadaan bangunanan sangat memperihatinkan, namun tidak menyurutkan semangat para siswa untuk terus belajar. Adapun jumlah keseluruhan siswa di sekolah tersebut sebanyak 160 orang.

“Sebelumnya bangunan itu full menggunakan bedek, tapi pada 2021 kemarin kita bangun menggunakan batako setengahnya. Kalau lagi hujan dan bocor meja anak-anak kita geser, makanya meja anak-anak kelas 1 tidak teratur karena sering digeser,” ceritanya.

Sebelumnya dirinya pernah mengajukan proposal kepada Kementerian Agama Lotim untuk melanjutkan pembanguanan gedung sekolah yang saat ini masih mangkrak. Namun hingga saat ini belum ada jawaban.

Sementara itu salah seorang siswa kelas 3, Ramadani mengakui bahwa proses belajar sering terganggu dan tidak nyaman karena keadaan ruangan yang bocor dan masih menggunakan bedek.

“Kami tidak nyaman belajar. Kelas kami sering bocor sehingga meja belajar kami basah,” tuturnya dengan nada terbata-bata.

Dirinya berharap agar pemerintah segera memberikan bantuan agar sekolahnya bisa segera direnovasi sehingga proses belajar bisa lebih nyaman.

Pantauan GerbangIndonesia, ruangan yang sangat memperihatinkan ialah ruangan yang digunakan oleh kelas 1. Dimana luas ruangan tersebut sangat sempit tidak sebanding dengan jumlah siswa.

Baca Juga: Presiden Datang, Masyarakat Girang

Selain itu, beberapa tembok yang terbuat dari triplek sudah mulai terbuka dan jendela ruangan tidak ada menggunakan kaca namun terbuka lebar. Sehingga ketika hujan deras air hujan masuk mengenai anak-anak yang sedang belajar dan disamping bangunan terdapat beberapa sarang ayam.

Sementara hingga berita ini diturunkan pihak Kemenag Lotim belum bisa dikonfirmasi. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here