
GerbangIndonesia, Mataram – Proses adu data pihak pemilik lahan dengan ITDC dan BPN akhirnya deadlock. Hal ini lantaran, pihak ITDC tidak membawa data pembanding yang harusnya mereka siapkan.
Baca Juga: Warga Kota Malang Sambut Baik Hadirnya Mall Pelayanan Publik Merdeka
“Rapat yang mestinya dimulai pukul 09.00 Wita molor hingga pukul 12.00 Wita karena menunggu pihak ITDC. Anehnya, pas mereka datang, mereka hanya membawa HandPhone tapi tidak berkas data lahan,” kata Juru Bicara Pejuang Lahan ITDC, M Samsul Qomar dengan nada geram.
Tentu saja, kedatangan Pihak ITDC dan BPN yang diwakili Mas Dedi ini tidak membuahkan hasil seperti keinginan banyak pihak. ITDC sama sekali tidak membawa data apapun begitu juga pihak BPN.
“Mereka ini bagi saya melecehkan Satgas yang dibentuk Pemprov NTB. Satgas ini dibentuk Pak Gubernur dan mereka bilang pihak yang tidak berwenang,” ketus MSQ sapaan pria asal Bagu Lombok Tengah itu.
Akibatnya, sempat terjadi ketegangan. Dimana Ketua Satgas dengan nada sedikit tinggi mempertanyakan itikad baik ITDC dan BPN yang datang tanpa membawa berkas atau data sandingan apapun untuk diuji dengan pemilik lahan yang didampingi kuasa hukum masing-masing.
“Ya sudah kita adakan pertemuan lanjutan, nanti semua pihak harus menyiapkan data yang dimaksud pada pertemuan berikutnya,” pinta Ketua Satgas, L Abdul Wahid yang juga Kepala Bakesbangpoldagri NTB.
Sementara itu, Koordinator Tim Pemilik Lahan Mandalika, TGH Fauzan Zakaria juga menyesalkan sikap ITDC dan juga BPN.
“Mereka sekali lagi tidak profesional dan tidak menghargai Gubernur NTB. Ini tidak bagus dan menimbulkan reaksi keras warga pemilik lahan,” gumamnya.
Mantan Ketua BPPD NTB ini juga menilai praktek yang dimainkan ITDC sama dengan 10 tahun lalu dengan memaksa pemilik lahan melakukan gugatan hukum. Sementara mereka berlindung di balik kekuasaan yang ada.
Cara ini lanjut TGH Fauzan, adalah cara licik dan cenderung meninbulkan perlawanan warga dan reaksi keras.
Baca Juga: Viral Karena Sebut Makam Ulama Tai Anj*ng, Ustad Mizan Qudsiah Bakal Dilaporkan ke Polisi
“Kita akan lihat nanti pada pertemuan berikutnya seperti apa. Jika pihak ITDC masih tidak ada itikad baik, maka Tim Pejuang Lahan bersama warga pemilik lahan akan melakukan langkah lain. Sekali lagi warga mendukung sirkuit dan KEK Mandalika, tapi selesaikan soal lahan mereka. Jika tidak, maka tentu ada reaksi dari warga untuk mengambilalih lahan mereka sesuai alas kepemilikan mereka,” ancamnya. (abi)
Editor: Lalu Habib Fadli







