Aktivitas pembangunan proyek TCN di Sempadan Pantai Trawangan. FOTO IST/GERBANG INDONESIA




Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pembangunan reservoar yang dilakukan PT. Tiara Cipta Nirwana (TCN) di Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) menuai protes warga setempat. Warga menduga pembangunan tersebut merusak keindahan pantai, bahkan warga juga beranggapan Pemerintah terkesan tebang pilih karena lokasi pembangunannya berada di sepadan pantai yang sudah di tertibkan oleh pemerintah dulu.

Baca Juga: Adu Data Lahan Mandalika, ITDC-BPN Justru Bawa Tangan Kosong

“Banyak sekali warga yang protes, pembangunan itu berada di sepadan pantai. Kenapa bangunan masyarakat digusur sementara perusahaan besar malah diizinkan bangun beton,” ungkap Sekretaris Desa Gili Indah Muzakie, Rabu (19/1).

Muzakie menegaskan, pemerintah Desa Gili Indah dari dulu memang tidak pernah setuju dengan pembangunan tersebut, karena sangat banyak masyarakat yang mengeluh dan terganggu dengan aktifitas tersebut.

“Yang menjadi keluhan warga itu, kenapa waktu penertiban dulu mereka digusur oleh pemerintah, sekarang kok PT. TCN boleh membangun di roi pantai, bahkan hotel disebelahnya itu juga merasa terganggu dengan aktifitas itu. Warga malah sampai memviralkan vidio pembangunan tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zakie berharap Pemerintah Daerah dapat mencari solusi terbaik terkait persoalan ini agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat pun pihak pengusaha.

“Kita berharap pemerintah dapat menyelesaikan ini, serta mencari solusi agar tidak ada yang di rugikan,” tandasnya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Project Manager PT. TCN Agus Artha Guna mengungkapkan, pihaknya membenarkan pembangunan reservoar itu berada di sepadan pantai. Namun kata Agus pembangunan tersebut sudah sesuai dengan izin pemanfaatan ruang laut yang diberikan pemerintah pusat.

“Kita bangun itu sudah sesuai dengan izin yang kita pegang,” ungkap Agus.

Menurutnya, terkait protes dari warga memang ada saja yang pro dan kontra tetapi tidak sebagian besar. Ia juga menjelaskan, yang namanya pembangunan konstruksi pasti tidak akan pernah rapi seratus persen tetapi, pihaknya berjanji setelah nanti proyek ini selesai akan membersihkan dan mengembalikan pantai seperti semula.

Baca Juga: Presiden Datang, Masyarakat Girang

“Pasti nanti kita akan bersihkan, kan yang namanya konstruksi tidak mungkin rapi. Nanti juga kita akan bantu masyarakat membersihkan bekas-bekas abrasi itu kan kita juga punya exsavator di sini,” pungkasnya. (iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here