Salah satu event yang digelar oleh Pemda Lombok Utara beberapa waktu lalu. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pelaku usaha wisata jasa transportasi laut antar Tiga Gili (Trawangan, Meno, dan Air) menyoroti lemahnya gelaran event dalam menyambut gelaran MotoGP. Pasalnya, belajar dari gelaran WSBK tahun lalu tingkat kunjungan wisatawan jauh dari apa yang diharapkan semua pihak khususnya bagi Lombok Utara. Demikian diungkapkan Pembina Aososiasi Jasa Bahari M. Ali Azis tidak lama ini, Selasa (25/1).

Baca Juga: Waw… FC Barcelona Bakal Bikin Sekolah Bola di NTB, Begini Konsepnya..

“Kalau kita berharap ada peningkatan kunjungan wisatawan ke Lombok Utara, setidaknya ada gelaran event yang mestinya diselenggarakan sehingga tidak terulang ketika gelaran WSBK beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Dijelaskan, pada saat gelaran WSBK waktu lalu, dirinya menuding banyak informasi berseliweran terkait jumlah bookingan hotel hingga mencapai lebih dari 1.000 kamar. Kendati fakta itu ditegaskan Azis tidak sesuai dengan kondisi dilapangan. Betul ada bookingan, tetapi dilapangan justru tidak menunjukkan adanya kunjungan. Bookingan ini terjadi antara pihak agen wisata melalui aplikasi dengan pihak hotel.

“Dari data berdasarkan pelayanan antar jemput kunjungan melalui jasa transportasi dalam kurun dua minggu, jumlahnya tidak lebih dari 0,5 persen (800 orang) wisatawan yang masuk ke tiga Gili itupun lokal, sebagai rincian 600 kunjungan itu mulai masuk ketika minus dua minggu dan selebihnya 200 kunjungan paska gelaran WSBK,” jelasnya.

“Kami ada data pra dan paska WSBK kaitannya dengan tingkat kunjungan yang masuk ke tiga Gili hanya 0,5 persen saja itupun wisatawan lokal,” imbuhnya.

Kendati demikian, jelang gelaran MotoGP Maret mendatang pihaknya mengasumsikan kunjungan wisatawan ke Tiga Gili meningkat. Hal tersebut mengacu pada tingkat bookingan baik melalui aplikasi dan reguler jumlah tersebut mencapai diatas seribuan kunjungan.

“Intinya kita optimis ada peningkatan kunjungan jelang gelaran MotoGP nanti, ini mengacu pada jumlah bokingan baik berbasis aplikasi maupun reguler,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan KLU, Wahyu Darmawan menyatakan, dalam rangka menyambut kunjungan wisatawan pada gelaran MotoGP tersebut pihaknya telah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari kebutuhan armada di beberapa titik penyebrangan termasuk konsentrasi armada Cidomo di Gili Trawangan. Tidak hanya itu, Mantan Kabag Ekonomis itu juga telah melakukan koordinasi intens dengan para pelaku jasa transportasi baik darat dan laut.

“Kami sudah meningkatkan koordinasi dengan para pelaku usaha jasa transportasi baik darat dan laut, hal ini semata-mata untuk memberikan pelayanan maksimal bagi wisatawan yang hendak masuk ke Lombok Utara,” katanya.

Khusus untuk maksimalisasi kebutuhan bahan bakar terhadap kebutuhan keberadaan Speed Boat dan publik boad, pihaknya juga telah mengambil langkah alternatif. Misalnya seperti mengidentifikasi ketercukupan bahan bakar jenis pertalite disetiap SPBU di KLU. Ketercukupan BBM ini juga menjadi penting ketika tingkat mobilitas antar jemput akibat meningkatnya jumlah kunjungan.

Baca Juga: Resmi Tersangka, Ustad Mizan Qudsiah Diamankan Polda NTB

“Kami juga telah memperhitungkan ketersediaan BBM di setiap SPBU, jika sewaktu-waktu adanya lonjakan pelayanan antar jemput wisatawan dari dan ke Tiga Gili dan sebagainya,” pungkasnya. (iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here