Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kawasan Permukiman (DLHKP) segera melakukan penambahan armada truk pengangkut sampah. Anggaran sudah tersedia tahun ini yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Demikian diungkapkan Kepala DLHKP Lombok Utara Drs. Rusdianto, Kamis (24/2).
Baca Juga: Pria Asal Lombok Barat Ini Bawa Replika Mobil FI Sampai Sirkuit Mandalika Tapi Tak Boleh Masuk
Menurutnya, dokumen pengadaan truk sampah tersebut akan segera diserahkan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah (Setda). Total anggaran yang dibutuhkan untuk membeli 5 unit mobil jenis amrol tersebut mencapai 3 Miliar. Nantinya mobil tersebut akan dioptimalkan untuk pelayanan antar jemput sampah ke masyarakat bahkan hingga ke dusun dan desa.
“Karena sementara ini kita angkut hanya disekitaran jalan protokol jemput sampah sebab armada terbatas belum mampu,” ungkapnya.
Dijelaskan, pihaknya saat ini mengelola sebanyak 15 unit truk yang bertugas melayani masyarakat kaitan dengan pengangkutan sampah. Idealnya, dinas membutuhkan sekitar 25 unit untuk bisa secara maksimal mengatasi persoalan sampah di daerah. Selain truk amrol, mantan Plt Kepala DP2KBPMD ini menyebut juga akan melakukan pengadaan kontainer penampung sampah. Anggaran pun sudah disiapkan sejumlah kurang lebih Rp 500 juta bersumber dari DAK.
“Untuk kontainer ada 9 unit nilainya di atas 500 juta. Pertama kita ganti yang sudah rusak, lalu kita tempatkan yang sudah ada kerjasama misalnya di hotel karena mereka punya pelanggan UPTD secara teknis mengatur itu. Mudahan (dokumen lelang) bisa masuk bulan ini,” jelasnya.
Tidak hanya itu, tahun ini juga DLH juga mendapat kucuran anggaran dari pusat untuk penambahan pembangunan TPS3R disejumlah titik. Enam titik akan dibangun baru dengan total biaya sebesar Rp 3,6 Miliar. Titik dimaksud Rusdianto, yaitu berada di Desa Sambik Elen, Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan. Selanjutnya ada di Desa Kayangan dan Sesait di Kecamatan Kayangan. Dan di Dusun Lekok Kecamatan Gangga, terakhir di Desa Menggala Kecamatan Pemenang.
“Masing-masing TPS3R nilainya Rp 600 juta itu termasuk prasarana dan sarana peralatan mesin roda tiga juga disitu. Pola pengerjaanya sama seperti tahun kemarin yaitu swakelola,” katanya.
Pengadaan barang tersebut sejatinya guna menunjang sejumlah program dinas. Adapun program persampahan yang disiapkan yakni PSK (Penjemputan Sampah Keliling). Petugas menyediakan truk bak terbuka yang bersifat mobile sehingga ketika masyarakat membuang sampah di sana akan dikenakan biaya sebesar Rp 2 ribu saja.
Tarif itupun juga telah tercantum didalam perbup yang baru. Program lain, yaitu PJS (Pelayanan Jemput Sampah) kali ini truk bak sampah secara direct menjemput sampah bahkan ke depan rumah warga serta kantor pemerintahan. Kendati hal ini hanya berlaku pada pelanggan yang sudah berlangganan.
Baca Juga: NasDem Godok Calon Presiden, Surya Paloh: Ada Tiga Nama
“Prioritasnya daerah yang masih kekurangan misalnya di wilayah Bayan. Kita juga akan angkut residu yang selama ini dikelola oleh KSM di TPS3R ke TPA. Program tetap jalan jadi ini untuk menunjang itu,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli







