GerbangIndonesia, Lotim – Jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 di Lombok Timur yang masih menjalani perawatan di RSUD R Soedjono Selong saat ini tinggal dua orang. Padahal, pada Februari lalu jumlah kasus Covid-19 di Lotim sempat mengalami lonjakan signifikan.
Baca Juga: Pria Asal Lombok Barat Ini Bawa Replika Mobil FI Sampai Sirkuit Mandalika Tapi Tak Boleh Masuk
Kepala Dinas Kesehatan Lotim, H Pathurrahman menyampaiakan, awal peningkatan kasus Covid-19 di Lotim terjadi sejak 1 Februari lalu dengan jumlah kasus sebanyak 10 kasus. Namun pada tanggal 13 Februari kasus Covid-19 di Lotim kembali mengalami lonjakan sebanyak 66 kasus.
“Pada awal Februari terjadi peningkatan kasus, semuanya dirawat di RSUD R Soedjono Selong,” terang Pathurrahman saat ditemui di kantornya, Rabu (2/3).
Kata dia, meski pada bulan Februari sempat mengalami lonjakan kasus, namun pada sepekan selanjutnya sampai dengan hari ini, kasus Covid-19 di Lotim kembali mengalami trend penurunan. Sehingga tersisa tinggal dua orang yang masih dirawat di RSUD R Soedjono.
“Insya Allah dua atau tiga hari kedepannya kedua pasien sudah bisa dipulangkan karena keadaan mereka semakin membaik,” ungkapnya.
Dijelaskan Pathurrahman, pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD R Soedjono Selong tersebut merupakan pasien dengan gejala berat dan sedang. Sementara pasien yang tidak memiliki gejala dan bergejala ringan hanya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Sementara itu, dirinya menduga peyebaran kasus Covid-19 di Lotim merupakan transmisi lokal. Bukan terkonfirmasi karena sudah bepergian ke luar daerah ataupun ke luar negeri.
Adapun saat ini Pemkab Lotim tengah meningkatkan capaian-capain indikator penilaian untuk mempertahankan level, diantaranya ialah capaian vaksinasi khususnya capaian vaksinasi dosis II.
Baca Juga: NasDem Godok Calon Presiden, Surya Paloh: Ada Tiga Nama
“Sekarang kita sudah tidak lagi bicara capaian vaksinansi dosis I tapi dosis II karena berdasarkan data yang ada capaian vaksinasi dosis II kita belum mencapai 70 persen,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







