
GerbangIndonesia, Lotim – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy mengungkapkan kemarahannya lantaran salah seorang bayi penderita gizi buruk meninggak dunia. Bayi itu meninggal diduga karena terlambat ditangani karena alasan administrasi.
Baca Juga: Stok Pangan Tiga Bulan ke Depan Masih Aman, Bagaimana Minyak Goreng?
“Kondisi itu seharusnya tidak terjadi dan tidak boleh terjadi lagi. Apalagi Lotim ini memiliki UPT Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) dan Tim Reaksi Cepat (TRC), Baznas, dan berbagai potensi lain yang bisa digerakkan untuk segera mengatasi persoalan serupa,” tegas Sukiman Azmy pada rapat koordinasi optimalisasi bantuan sosial yang diikuti bersama, Sekretaris Daerah, Asisten Sekda, sejumlah pimpinan OPD, Baznas, BUMD, dan Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), Kamis (7/4).
Ia menekankan, semua harus meningkatkan kepedulian, di samping meningkatkan koordinasi demi mengoptimalkan seluruh potensi untuk mengatasi persoalan yang bersifat mendesak.
Melihat hal tersebut, Bupati juga memerintahkan Sekda melakukan evaluasi TRC dan memperluas keanggotaannya.
“Saya melihat tidak semua OPD berpotensi untuk bisa masuk ke dalam tim, termasuk juga BUMD,” sebutnya.
Selain evaluasi terhadap TRC, Bupati meminta pula untuk mengevaluasi distribusi dana bantuan sosial (Bansos) Pemerintah Daerah. Sebab! Bansos di Lotim belum optimal dan tidak bekerja sesuai dengan harapan.
Dirinya mengarahkan agar alokasi Bansos untuk kegiatan fisik yang dapat ditunda, dialihkan untuk realisasi dana bansos bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang belum cair.
“Kami meminta dana tanggung jawab sosial (CSR) Bank NTB Syariah misalnya dapat dialokasikan membantu LKSA,” harapnya.
Baca Juga: Hujan di Sirkuit, Pawang Hujan Bilang Permintaan dari Pembalap!
Ia juga memerintahkan Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan menyalurkan cadangan pangan pemerintah kepada LKSA. Demikian halnya Baznas, agar menyalurkan zakat masyarakat bagi LKSA. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







