Bupati Lotim HM Sukiman Azmy saat menghadiri adat Ngayu Ayu si Desa Sembalun. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy memuji komitmen masyarakat adat Sembalun yang masih menjaga dan menjalankan adat dan tradisi seperti Ngayu Ayu. Meskipun ritual adat Ngayu Ayu berlangsung berhari-hari, nyatanya masyarakat Sembalun mampu menggelar kegiatan ini secara konsisten.

Baca Juga: Pemilihan DPD RI Dapil NTB 2024, Pendatang Baru Berpotensi Tumbangkan Petahana

“Ritual tersebut adalah perwujudan ajaran Islam yang mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antar manusia, serta hubungan manusia dengan Allah. Sang pencipta. Serta hubungan antara manusia dengan dan alam yang diciptakan-Nya”. jelasnya pada acara perayaan ritual adat ngayu ayu di Desa Sembalun Bumbung, Kamis (15/7)

Kata dia, tidak mudah melestarikan adat istiadat di tengah semakin tipisnya. Bahkan sudah tidak ada lagi batasan geografis berkat kemajuan teknologi, yang menyebabkan serbuan dari berbagai kebudayaan lain bisa masuk dengan sangat mudah. Akan tetapi masyarakat Sembalun dapat menunjukkan komitmen, ditambah pula konsisten terhadap komitmen tersebut.

Konsistensi itu dinilai sebagai modal penting menyebarluaskan adat istiadat luhur, khususnya sebagai sebuah objek wisata budaya. Hal ini terkait upaya Pemda memajukan sektor pariwisata. Karena itu Dinas Pariwisata diharapkan dapat memasukkannya sebagai event wisata dalam kalender event Lotim, bahkan Nusa Tenggara Barat.

“Konsistensi ini kami harapkan juga mampu mendorong wisatawan yang datang, baik lokal maupun manca negara dapat lebih menghargai keberadaan Sembalun, tidak saja sebagai objek wisata melainkan sebagai benteng terakhir penjaga keseimbangan ekosistem di Kawasan Geopark Rinjani,” katanya.

Sementara, Sultan Sepuh Cirebon Jaenudin II Arianatareja sebagai perwakilan para sultan, raja, dan ratu yang hadir pada pucak ritual adat ngayu ayu juga menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut, serta komitmen dan dukungan Pemkab Lotim.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun

Selain dihadiri para Sultan, Raja, dan Ratu Nusantara acara tersebut juga dihadiri sultan dari negeri tetangga seperti Malaysia. Ritual adat Ngayu Ayu itu digelar setiap tiga tahun sekali dan berlangsung selama tiga hari dengan berbagai rangkaian. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here