
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Kebakaran yang melanda Hotel Oceano di Gili Trawangan Lombok Utara, hingga menyebabkan ludesnya puluhan kamar ditanggapi oleh Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu. Pihaknya mengaku prihatin lantaran kebakaran terjadi pada saat mulai ramainya kawasan pariwisata tiga gili. Hal ini diungkapkannya kepada sejumlah wartawan, Senin (1/8).
Baca Juga: Pemilihan DPD RI Dapil NTB 2024, Pendatang Baru Berpotensi Tumbangkan Petahana
“Kita juga prihatin karena ini terjadi saat pariwisata kita baru mulai hidup,” ungkapnya.
Menurutnya, usai kejadian itu pihaknya sudah menginstruksikan kepada Dinas Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran (DP Damkar) Lombok Utara untuk melakukan antisipasi, manakala kebakaran terjadi lagi di tiga gili. Djohan mengakui, selama ini belum ada kelengkapan alat dari pemerintah yang di-standby-kan di sana. Maka dari itu, rencananya pada APBDP ini akan dilihat urgensinya sehingga Damkar bisa meletakkan peralatan pemadam di ketiga pulau tersohor dunia tersebut.
“Ya memang Pemda belum punya kelengkapan untuk pemadam kebakaran di sana, tapi nantilah sedang kita pikirkan apa yang harus kita tempatkan di tiga gili itu,” katanya.
“Terus terang saja APBD kita mengalami penurunan drastis akibat Covid-19 turun hampir Rp 400 miliar namun kalau itu kebutuhan pokok coba diusulkan dulu nanti kita lihat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran (DP Damkar) Lombok Utara, Suhardi menjelaskan, saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran yang melalap sekitar 64 kamar dan tiga gudang. Pihak kepolisian masih melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pun kerugian akibat insiden tersebut. Untuk mengantisipasi kejadian ini terulang lagi, pihaknya sudah melakukan kesepakatan dengan pihak-pihak terkait. Salah satu kesepakatan yaitu akan diadakannya pelatihan kepada petugas hotel menyangkut pemadaman api.
“Kesepakatan kita untuk jangka pendek kita akan tempatkan Fire Fighting Pump di masing-masing pulau kemudian kita akan kumpulkan pengusaha ini untuk membahas bagaimana mencari solusi ke depannya,” jelasnya.
Pihak hotel di tiga gili menurutnya, dalam operasionalnya memiliki alat pemadam api kendati karena sudah lama mayoritas hotel tidak beroperasi lantaran pandemi Covid-19 sehingga alat tersebut tidak berfungsi. Pihaknya mengimbau semua hotel ke depannya harus memiliki alat serupa sehingga ketika ada kebakaran bisa segera diantisipasi. Tidak hanya itu, dirinya juga mengusulkan proposal bantuan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menyangkut ketersediaan alat damkar. Pasalnya, sebagai dinas yang baru terbentuk instansi yang ia pimpin belum di support dengan anggaran yang besar.
“Sebetulnya mereka ini sudah punya tapi karena lama, mungkin tidak terpelihara dengan baik. Besok kita akan inspeksi mendadak mereka harus punya minimal satu hotel satu,” tegasnya.
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
“Termasuk ke Provinsi dan Pusat kita akan maksimalkan untuk jemput anggaran. Karena ini untuk masyarakat di gili nantinya,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli





