Rapat terbatas yang diselenggarakan Gubernur NTB menyangkut polemik air di gili. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Amerta Dayan Gunung Lombok Utara menggelar sosialisasi pemasangan meter baru di Dusun Gili Trawangan Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang. Namun di lokasi berbeda, pembahasan terkait polemik penyediaan air bersih oleh PDAM dan PT. Tiara Cipta Nirwana (TCN) dan PT Berkat Air Laut (BAL) dengan BUMD PT. Gerbang NTB Emas (GNE) di pulau wisata tersebut dibahas dalam rapat yang digelar Gubernur NTB, Rabu (28/9).

Sosialsiasi dalam masa transisi penyediaan air bersih di pulau tersebut, rupanya tetap mendapat penolakan dari warga. Sebab salah satu penyebabnya menyangkut harga pemasangan meteran baru yang dinilai mahal, ditambah dengan harga air yang tinggi ketimbang PT. BAL dirasa memberatkan warga.

Persoalan air di Gili Trawangan dan Meno menjadi krodit setelah adanya batas waktu penghentian operasional PT. GNE selaku mitra PT. BAL pada 15 Oktober 2022 mendatang. Pasalnya, hingga saat ini belum semua masyarakat yang memasang sambungan air ke TCN atau PDAM, ditambah dengan harga yang mahal hal itu menjadi pertimbangan warga. Demikian dengan di Gili Meno, di pulau wisata itu jaringan air PDAM atau TCN justru belum ada sama sekali yang ada hanya layanan air PT BAL saja. Maka dengan distopnya distribusi air nanti, masyarakat dan usaha di kedua pulau itu akan menjadi korban. Masyarakat tetap menginginkan air yang di distribusikan PT. BAL tetap mengalir ke rumah mereka.

Disisi lain, dalam rapat yang digelar Gubernur NTB, Zulkiflimansyah mengisyaratkan masyarakat jangan sampai dikorbankan dengan perosalan air bersih di ke tiga gili. Kendati, PDAM diminta menjalin kerjasama juga dengan PT Berkat Air Laut (BAL) yang sudah sejak awal memberikan manfaat bagi gili. Jangan ada kesan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terkesan membela salahsatu diantara dua investor air tersebut. Tanpa melihat investor (PT BAL, Red) yang selama ini membantu juga di pulau wisata itu.

“Saya tidak melihat perseteruan diantara pmbisnis tetapi saya lebih mementingkan kepentingan masyarakat tiga gili,” ungkap Gubernur di hadapan sejumlah pejabat tingginya.

Hadir dalam rapat tersebut, Kepala Biro Hukum, Kadis PMPTSP, Asisten II Pemprov NTB, Dirut PDAM Tanjung, PT. GNE, Asisten II Setda Lombok Utara dan Kepala Desa Gili Indah bersama tiga Kepala Dusun masing-masing Gili dan Ketua BPD Desa Gili Indah. Dalam rapat itu, Gubernur meminta secara tegas untuk menghentikan polemik yang terjadi. Pasalnya, dikuatirkan akan berpengaruh terhadap situasi kondisi pariwisata yang baru saja mulai pulih. PDAM juga diminta membangun juga komunikasi dengan PT. BAL jangan hanya dengan pihak yang merasa lebih dekat saja karena mereka juga sama-sama investor.

“Kita harusnya berterimaksih karena selama ini BAL yang sebagai pelopor juga memenuhi kebutuhan air masyarakat gili. PT. BAL juga harus intens komunikasi juga dengan Pemkab Lombok Utara,” ujarnya.

“Kita tegaskan disini harus ada keputusan. Tidak yang berpolemik lagi dan keputusan ini menjadi final untuk dijawab nanti di masyarakat,” katanya menambahkan.

Dalam rapat itu setidaknya terdapat tiga point penting yang nantinya dituangkan dalam sebuah keputusan. Selain soal harga meter PDAM yang dijual tinggi dan untuk Gili Meno tetap disuplay air oleh PT. BAL bekerjasama dengan PDAM.

Sedangkan untuk Gili Trawangan, PDAM dan Pemkab Lombok Utara diminta untuk mencari formula untuk bekerjasama juga dengan PT. BAL dengan memanfaatkan jaringannya. Demikian juga dengan perusahaan yang menjadi rekanan PDAM.

“Kita tidak ingin kekisruhan soal air di gili berdampak pada masyarakat. Sepanjang tidak melanggar aturan, kita cari formulasi untuk bisa dikerjasamakan juga dengan PT BAL. Baik BAL maupun PDAM harus sama-sama bangun komunikasi,” tandas Gubernur.

Sementara itu, Asisten II setda Lombok Utara, H. Rusdi menyatakan akan menyampaikan prihal apa yang diputuskan dalam rapat tersebut. Kendati, yang menjadi keputusan rapat nantinya bisa di tuangkan dalam surat resmi.

“Kita tetap berharap investasi di tiga gili nantinya tetap kondusif,” ujar Rusdi di hadapan Gubernur.

Demikian juga Direktur PDAM, Firmansyah mengaku akan memyampaikan terlebihdhaulu kepada bupati sebagai pemegang utama saham PDAM.

Terpisah, sosialisasi yang digelar PDAM di Gili Trawangan mendapat protes keras dari warga dan diminta menjelaskan perosalan mulai dari harga hingga kelebihan dan kekurangan kualitas air.

Malik Achmad Aljabar perwakilan dari PDAM Amerta Dayan Gunung Lombok Utara disela sosialisasi mengatakan, kenapa air produksi di Gili Air lebih murah ketimbang Trawangan karena proses penyaluran melalui perpipaan dari darat tanpa melalui proses produksi. Kalau di Trawangan air yang diolah adalah air laut bukan air ngebor, sehingga harganya pun berbeda.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Kalau biaya air ini sudah ada aturannya, kalau biaya pemasangan ini masih bisa kita nego segala macam. Tapi terkait harga air ada perhitungan khusus dari Kemendagri,” katanya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here