Lalu Dedi petani asal Kelurahan Denggen saat panen padi miliknya. FOTO SUPARDI/ GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Dampak dari cuaca buruk yang menimpa NTB khususnya di Lombok Timur beberapa bulan terakhir mengakibatkan hasil panen petani padi Lombok Timur berkurang, jika dibandingkan dengan hasil panen sebelumnya.

Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap

Petani Asal Kelurahan Denggen Kecamatan Selong, Lalu Dedy Satriawan menyampaikan menurunnya hasil panen tahun ini, selain dampak cuaca buruk, juga dikarenakan oleh hama burung yang banyak memakan padi petani ditambah lagi dengan waktu tanam yang lebih awal dari petani-petani yang lain.

“Waktu tananam saya juga lebih awal dari pada petani yang lain, selain itu kurangnya hasil panen ini juga paktor peralihan cuaca kemarin, sehingga pertumbuhan padi tidak begitu maksimal,” ungkap Dedi, saat ditemui di sawahnya, Selasa (7/2).

Pada musim tanam sebelumnya dalam 1 hektare areal tanam, ia bisa mendapatkan hasil sebanyak 8 ton gabah. Namun saat ini diperkirakan dirinya hanya bisa mendapatkan 5 ton saja.

Kendati hasil tahun ini berkurang, namun diakui ia tetap bisa meraup keuntung. Hal itu dikarenakan harga gabah saat ini yang mengalami kenaikan. Harga gabah saat ini mulai dari Rp 450 ribu sampai Rp 500 ribu perkwintalnya.

“Kalau kita bandingkan dengan harga yang sebelumnya Rp 300 ribu perkwintal, kalau sekarang hampir Rp 500 perkwintalnya. Alhamdulillah ada lah untung kita,” ungkap Dedi.

Kenaikan harga gabah ini juga berimbas terhadap kenaikan harga beras. Dimana harga beras disejumlah pasaran saat ini seharga Rp 12 ribu sampai Rp 13 ribu per kilogram untuk jenis Premium. Sementara untuk jenis medium seharga Rp 11 ribu per kilogram.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

Musim tanam tahun ini diakuinya para petani kerap mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk. Selain itu harga pupuk tahun ini juga dinilai sangat mahal, meski sudah ada pupuk subsidi namun persyaratan untuk mendapatkan pupuk itu sangat ribet. Dimana dalam pembelian pupuk harus digandeng dengan pupuk nonsubsidi. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here