GerbangIndonesia, Lotim – Dua ruangan belajar SDN 3 Suangi Timur, Kecamatan Sakra yang rusak parah karena termakan usia akhirnya direnovasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur. Anggaran renovasi bersumber dari Dana Tak Terduga (DTT) sebesar Rp 100 juta.
Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap
Kepala SDN 3 Suangi Timur, Qomarul Wahidah merasa bersyukur atas respons cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, untuk memperbaiki ruangan belajar itu. Terlebih salah satu ruangan belajar itu masih dimanfaatkan oleh siswa kelas II meski keadaan sudah rusak berat.
“Alhamdulillah, terimakasih banyak kepada Pak Bupati, Dikbud, BPBD yang cepat merespons dan merenovasi kan kami ruangan belajar ini. Terimakasih adik-adik dari media juga yang telah membantu kami menyuarakannya. Tanpa media mungkin kami tidak akan ada yang tahu keadaan kami di sini,” ungkapnya, Selasa (7/2).
Pembongkaran dua ruangan besar yang rusak ini mulai dilakukan pagi tadi dan ditargetkan akan rampung sampai awal Maret mendatang. Adapun bagian yang direnovasi ialah bagian atap, jendela dan pintu. Sementara bagian yang rusak lainnya belum bisa tersentuh.
Qomarul Wahidah menyebut, kerusakan terparah memang di bagian atap sekolah. Akan tetapi bagian lantai, tembok dan plafon ruangan juga mengalami kerusakan namun bagian-bagian itu saat ini belum bisa tersentuh direnovasi.
“Bagian yang di perbaiki ini hanya bagian atap, genteng nya akan diganti menggunakan multiroof, kemudian jendela sama pintu saja. Untuk bagian lainnya seperti pengecatan tembok, lantai dan plapon belum bisa tersentuh,” ungkapnya.
Dengan banyaknya bagian-bagian rungan yang belum bisa tersentuh pada renovasi ini, dirinya berharap agar bantuan renovasi sekolah dari Dikbud Lombok Timur, yang ditujukan kepada sekolah-sekolah yang rusak akibat bencana alam dan termakan usia itu tidak dialihkan ke tempat lain. Sebab menurutnya, masih banyak bagian-bagian sekolah dan ruangan kelas lainnya yang butuh perbaikan.
Kata dia, hampir di semua ruangan kelas di sekolah tersebut dalam keadaan rusak, namun tingkat kerusakannya hanya rusak sedang dan ringan saja. Sehingga saat pengalokasian bantuan renovasi sekolah-sekolah rusak dari Dikbud tersebut diharapkan bisa dialokasikan kembali.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Kami tidak menyangka akan dapat dan direspons cepat dari BPBD, karena sebelumnya kami sudah mengajukan permohonan renovasi ke Dikbud, dan sekolah kami ini sudah masuk dalam prioritas. Kami berharap yang kami ajukan itu tidak dialihkan ke yang lain, karena masih banyak bagian yang harus diperbaiki, bukan yang di dua ruangan ini saja tapi kelas yang lain juga,” terangnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







