
GerbangIndonesia, Lotim – Pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pantai selatan yang ada di Desa Kotaraja kembali mendapatkan penolakan dari masyarakat sekitar. Penolakan ini dikarenakan masyarakat enggan untuk menyerahkan sumber mata air yang akan diairi melalui proyek tersebut.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
Unjuk rasa penolakan ini merupakan kedua kalinya dilakukan oleh warga Kotaraja. Namun pada unjuk rasa kali ini sebagian besar warga yang melakukan protes ini datang dari luar Kecamatan Sikur seperti Kecamatan Sakra, Sakra Timur dan Sukamulia.
Salah seorang warga Kotaraja inisial LS menyampaikan aksi ini penolakan ini dikarenakan pembangunan SPAM Pantai Selatan ini dinilai akan merugikan masyarakat banyak khususnya di wilayah Kecamatan Sikur.
“Kami juga di sini dan sekitarnya saja masih kekurangan, bagaimana mungkin bisa dibagi air ini sampai ke selatan,” tegasnya kepada media, Selasa (30/05).
Terlebih jika musim kemarau sudah tiba kata dia, masyarakat Kotaraja dan desa sekitar juga kerap mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih karena debit air yang sangat kecil dan harus dibagi ke desa-desa yang lain.
Pada penolakan kali ini, protes tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Desa Kotaraja dan sekitar Kecamatan Sikur saja. Namun penolakan pembangunan proyek SPAM ini juga ditolak oleh para subak yang tersebar di sejumlah Kecamatan. Mengingat sebagian besar mata air ini diperuntukkan untuk saluran irigasi.
“Aksi ini murni dilakukan oleh masyarakat, tidak ada koordinator kami, karena memang air ini tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Kotaraja saja, tapi air ini dinikmati oleh masyarakat banyak bahkan sampai selatan. Jika ini diambil maka akan berdampak terhadap pertanian,” imbuhnya.
Meski debit air yang diambil untuk proyek SPAM Pantai Selatan ini hanya sedikit namun masyarakat tetap akan menolak pembangunan ini dilanjutkan. Terlebih kata dia, kondisi tanah di kecamatan Sikur agak berpasir sehingga membutuhkan debit air yang cukup banyak untuk bisa mengairi sawah pertanian.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Satu sawah membutuhkan air yang sangat banyak, karena model tanah disini itu berpasir, airnya banyak yang tersedot kedalam tanah, jadi kalau diambil separuh airnya maka berdampak ke para petani,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







