
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Utara bekerjasama dengan Puskesmas dan BPJS memberikan program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis). Layanan terintegrasi ini merupakan suatu gebrakan untuk mendeteksi secara dini sejumlah penyakit yang diderita oleh masyarakat. Hal ini diungkapkan Kasi Humas RSUD Lombok Utara, Anggi Hidayat, Sabtu (15/7).
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
Dijelaskan, kerjasama antara Puskesmas dengan BPJS sudah terjalin lama. Menyangkut prolanis ini pihaknya menyebut harus ada penanganan ekstra terkait penyakit seperti diabetes, hipertensi, jantung, hingga stroke. Sehingga bagi masyarakat bisa langsung melakukan pengecekan serta pengobatan secara rutin demikian dengan edukasi menyangkut penyakit kronis.
“Integrasi ini kita tujuannya untuk deteksi dini. Misal ada kasus ditemukan di Puskesmas, supaya bisa langsung dirujuk ke kami. Karena penanganan penyakit kronis harus rutin,” ungkapnya.
Dijelaskan pula, screening di tingkat bawah jika dilakukan lebih cepat akan semakin baik. Karena khusus di Lombok Utara didapati banyak masyarakat yang mengidap penyakit kronis. Upaya penanganan dengan cara integrasi disebutnya akan lebih memudahkan masyarakat untuk penanganan lebih lanjut. Terlebih, dalam rangka menyambut HUT Lombok Utara ke-15 prolanis terus digencarkan dengan harapan supaya masyarakat KLU terhindar akan penyakit tidak menular tersebut.
“Selain itu langkah kita juga kedepan akan membangun apotik rujuk balik (PRB) khusus prolanis. Memang apotik sekarang itu masih umum, hanya saja dari segi obat sudah di sediakan khusus. Kalau ada apotik sendiri pasien akan lebih mudah,” jelasnya.
Anggi Hidayat juga menambahkan, dalam rangka HUT daerah dan dirangkai HUT BPJS Kesehatan ke-55 pihak RSUD Lombok Utara pada hari ini, menggelar senam bersama dan Pap Smear. Yaitu adalah prosedur untuk mendeteksi kanker leher rahim (serviks) pada wanita. Pap smear juga dapat menemukan sel-sel abnormal (sel prakanker) di leher rahim yang dapat berkembang menjadi kanker. Tujuannya juga untuk mendeteksi dan pencegahan sejak dini.
“Kita juga lakukan screening untuk deteksi dini kanker serviks untuk pencegahan. Hindari wanita risiko kanker serviks, kasusnya memang tidak terlalu tinggi tapi penyakit kanker ini tergolong mematikan,” bebernya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Kami harapkan dengan pelayanan ini masyarakat Lombok Utara bisa terbebas akan penyakit kronis sejenis, dan menjadi lebih sehat,” pungkas Anggi.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli





