
GerbangIndonesia, Bima – Komunikasi dan interaksi global lintas batas geografis di dunia maya, membutuhkan etika digital. Etika digital merupakan kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Nikahi Wanita Sumbawa, Pria Asal Malaysia Ditangkap Pihak Imigrasi Lantaran Menyalahi Izin Tinggal
Agar pelajar terhindar dari kejahatan dan dampak buruk penggunaan media digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), akan menggelar webinar literasi digital di Kabupaten Bima, Kamis (14/3) pagi, pukul 09.00 WITA.
Diskusi online bertajuk ”Etika Pelajar di Dunia Digital” tersebut rencananya akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Kepala Balai Teknologi Informasi dan Data Pendidikan Dikbud NTB Agus Siswoaji Utomo, Relawan Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) Heka Yusiati, Pengurus Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia I Gede Putu Krisna Juliharta, dan Theodora Mayang selaku moderator.
Sebanyak 13 sekolah menengah atas di Kabupaten Bima sudah terdaftar untuk mengikuti webinar ini secara nobar di sekolah-masing-masing. Yakni, SMAN 1 Ambalawi, SMAN 1 Palibelo, SMAN 2 Donggo, SMAN 1 Donggo, SMAN 1 Belo, SMAN 1 Bolo, SMAN 2 Bolo, SMAN 1 Monta, SMAN 2 Monta, SMAN 1 Langgudu, SMAN 1 Madapangsa, SMAN 1 Woha, dan SMAN 2 Woha.
”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbalinustra1403. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Rabu (13/3).
Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, para pelajar hendaknya perlu memiliki etika saat menggunakan media digital. Pentingnya pemahaman etika digital akan mengurangi tindak kriminal dan tindakan negatif lainnya di dunia digital.
”Termasuk dalam etika digital adalah pelajar tidak berkomentar negatif, tidak membagikan tangkapan layar percakapan privat ke publik, tidak berkomentar kasar jika ada orang yang berkomentar negatif, tidak membuat grup dan menambahkan orang tanpa izin,” sebut Kemenkominfo dalam rilis.
Program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) merupakan salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.
Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.
Untuk diketahui, tahun ini program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.
”Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman,” tutur Kemenkominfo.
Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.
Mengutip survei yang dirilis APJII, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
Informasi lebih lanjut terkait literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli






