
GerbangIndonesia, Lombok Barat – Suasana haru menyelimuti kegiatan launching Harmoni Sahabat (HARSA) NTB yang digelar di Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Minggu (08/06/2025). Tangis Ibu Gubernur NTB, Hj. Sinta Agathia Iqbal, pecah saat mendengar puisi menyentuh yang dibacakan oleh seorang anak berkebutuhan khusus.
Baca Juga: Launching HARSA NTB di Karang Bayan, Komitmen Bangkitkan Kemandirian Kaum Difabel
Puisi berjudul “Keterbatasan” karya Herdi Purwanto itu dibacakan langsung oleh penyandang disabilitas di hadapan para tamu undangan. Kata demi kata mengalir dengan penuh perasaan, menggambarkan perjuangan, penerimaan diri, dan rasa cinta terhadap orang tua. Tak sedikit hadirin yang ikut menitikkan air mata, termasuk Ibu Gubernur.
“Saya bahkan tidak bisa membayangkan jika saya berada di posisi para orang tua hebat ini. Tapi hari ini saya menyaksikan kekuatan itu dengan mata kepala sendiri,” ujar Hj. Sinta Agathia, sambil menyeka air matanya.
Ia mengaku tersentuh bukan hanya karena isi puisi, tetapi juga karena semangat yang ditunjukkan para anak berkebutuhan khusus untuk bangkit dan berkarya. Menurutnya, puisi tersebut menjadi pengingat bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menjadi batas bagi seseorang untuk bermimpi dan menginspirasi.
“Saya yakin anak-anak ini adalah pribadi yang terpilih. Mereka bukan kekurangan, tapi kelebihan yang belum kita bantu sepenuhnya untuk berdiri sendiri,” tambahnya.
Dalam acara yang juga dihadiri oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, Ketua HARSA NTB Lalu Muhammad Saleh, serta berbagai komunitas difabel dan tokoh masyarakat, HARSA NTB resmi diluncurkan sebagai wadah pemberdayaan penyandang disabilitas di bidang pertanian, perikanan, dan kewirausahaan.
HARSA NTB bekerja sama dengan Yayasan Bale Batur Difabel untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses modal usaha. Program ini diharapkan menjadi jalan bagi teman-teman difabel untuk hidup lebih mandiri dan produktif.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini awal dari perjuangan bersama untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun anak NTB yang tertinggal, termasuk mereka yang hidup dalam keterbatasan,” tutup Ibu Gubernur dengan suara bergetar.
Acara ditutup dengan penampilan seni dari anak-anak difabel yang memukau para tamu, meski sebagian tampil tanpa bisa mendengar atau berbicara. Tarian dan nyanyian mereka menjadi simbol bahwa semangat tak pernah dibatasi oleh keadaan fisik.
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
Berikut Puisi yang dibacakan langsung oleh Herdi Purwanto, seorang anak berkebutuhan khusus yang tergabung dalam HARSA NTB:
Judul: Keterbatasan
Oleh: Herdi Purwanto
Aku terlahir berbeda.
Orang memanggilku anak berkebutuhan khusus.
Tapi aku tak malu mendengarnya,
karena aku percaya, di balik kekuranganku
tersimpan kelebihan
yang Tuhan berikan kepadaku.
Meskipun aku terlahir berbeda,
tapi hatiku selalu bersyukur.
Ya Allah, aku bersyukur
memiliki Engkau dan kedua orang tuaku.
Anugerah-Mu aku rasakan
dari kasih sayang kedua orang tuaku.
Bapak, Ibu, bahagiakah engkau memilikiku?
Kadang aku dianggap tak berguna,
kadang aku dianggap tak berdaya.
Aku mohon…
Aku mohon…
Jangan pernah menyesali kehadiranku.
Jangan pernah merasa malu memiliki aku.
Aku tahu letih di raga kalian.
Aku pun tahu kesedihan kalian gelisah dan kebingungan
saat kalian tahu aku tak sempurna.
Tapi percayalah,
Tuhan tak pernah salah dalam mencipta.
Suatu saat nanti,
aku akan tumbuh menjadi hebat.
Bapak, Ibu,
terima kasih sudah menopang tubuh ini.
Aku bersyukur mempunyai kalian.
Kasih sayang kalian di atas segalanya.
Aku bersyukur hidup di pangkuan kalian di atas segalanya.
Editor: Lalu Habib Fadli








