GerbangIndonesia, Lombok Barat – Putusnya akses jalan di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, pascalongsor 24 Februari 2026, memicu gelombang kritik terhadap kinerja pemerintah daerah. Warga menilai penanganan yang dilakukan belum cukup cepat untuk memulihkan mobilitas dan menjamin keselamatan pengguna jalan.

Ruas yang terdampak merupakan jalur vital penghubung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Hingga akhir pekan, perbaikan permanen belum terlihat, sementara kondisi tanah di sekitar lokasi masih dinilai rawan pergerakan.

Ketua Perkumpulan Indonesia Bergerak, Erwin, menyampaikan bahwa warga berharap ada langkah konkret berupa pengerahan alat berat dan penanganan teknis menyeluruh. Ia menekankan pentingnya mitigasi untuk mencegah risiko kecelakaan maupun longsor susulan.

Di sisi lain, Ketua DPD KASTA NTB Lombok Barat, Tontowi Jauhari, mengungkapkan kekecewaan atas respons yang dinilai lambat. Menurutnya, masyarakat terpaksa melakukan perbaikan sementara secara swadaya agar akses tidak sepenuhnya lumpuh.

DPD KASTA NTB turut mendesak Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, agar memastikan penanganan infrastruktur terdampak bencana menjadi prioritas. Mereka meminta adanya kejelasan jadwal perbaikan serta transparansi progres pekerjaan.

Sampai berita ini diturunkan, pihak terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat belum memberikan penjelasan resmi mengenai perkembangan terbaru penanganan jalan yang terdampak longsor tersebut.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here