Penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur dan Wakil Gubernur NTB di ruang rapat Kantor Gubernur NTB, Senin (30/03/2026). FOTO LALU HABIB FADLI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Mataram – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur menjadi fase pembelajaran sekaligus ujian dalam mewujudkan visi “NTB Makmur Mendunia”.

Hal tersebut disampaikan dalam pembacaan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur dan Wakil Gubernur NTB di ruang rapat Kantor Gubernur NTB, Senin (30/03/2026).

Iqbal mengungkapkan, hingga saat ini dirinya baru menjalankan pemerintahan selama 1 tahun 38 hari. Dalam kurun waktu tersebut, pemerintah daerah fokus menjalankan berbagai program strategis yang tertuang dalam 7 misi dan 10 program unggulan.

“Program unggulan tersebut antara lain NTB Sehat dan Cerdas, Desa Berdaya, NTB Inklusif, NTB Maritim, Pariwisata Berkualitas, Ekraf Mendunia, NTB Terampil dan Tangguh, NTB Lestari Berkelanjutan, NTB Good and Smart Governance, serta NTB Konektif,” ujarnya.

Namun demikian, di awal kepemimpinan, Iqbal mengakui pihaknya dihadapkan pada tantangan berat berupa kebijakan efisiensi anggaran sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Kebijakan tersebut berdampak pada sejumlah kegiatan fisik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, Iqbal menyampaikan apresiasi kepada DPRD NTB yang dinilai telah membantu menjaga komitmen pembangunan daerah.

“Terima kasih kepada anggota dewan yang telah membantu menguatkan komitmen, sehingga target pembangunan tetap dapat dicapai meski dalam kondisi efisiensi anggaran,” katanya berharap.

Selanjutnya kata Iqbal, dari sisi ekonomi, NTB mencatat pertumbuhan sebesar 3,22 persen pada tahun 2025. Sektor pertambangan masih mendominasi kontribusi dengan angka sekitar 33 persen, sementara sektor lain juga menunjukkan tren positif.

Iqbal menjelaskan, saat penyusunan RPJMD, target pertumbuhan ekonomi NTB diproyeksikan mencapai 6 persen. Namun, kondisi ekonomi berubah drastis saat dirinya mulai menjabat, di mana pertumbuhan yang semula berada di angka 5,3 persen justru mengalami kontraksi hingga minus 1,47 persen.

“Kita kemudian melakukan penyesuaian target. Meski sempat mengalami kontraksi pada triwulan kedua, ekonomi NTB mulai menunjukkan pemulihan hingga akhirnya tumbuh positif sebesar 0,302 persen di akhir 2025,” jelasnya.

Di sektor pertanian, pertumbuhan ekonomi tercatat mendekati target dengan angka 5,3 persen. Nilai Tukar Petani (NTP) juga mengalami peningkatan dari 123 menjadi 132, yang menunjukkan adanya perbaikan kesejahteraan petani.
Selain itu, angka kemiskinan di NTB juga mengalami penurunan. Pada Desember 2025, tingkat kemiskinan tercatat sebesar 11,38 persen, turun sekitar 0,603 persen dan berhasil melampaui target nasional dalam RPJMN.

Iqbal optimistis, melalui program unggulan seperti Desa Berdaya, angka kemiskinan dapat terus ditekan hingga mencapai satu digit pada akhir masa kepemimpinannya.
Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, Iqbal menegaskan bahwa Pemprov NTB berhasil menjaga kondisi fiskal yang sehat tanpa utang hingga tahun 2026.

“Alhamdulillah, kita berhasil memasuki tahun 2026 tanpa satu sen pun utang,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai pembenahan regulasi dan prosedur guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan cerdas (good and smart governance).

Meski sejumlah capaian telah diraih pada tahun 2025, Iqbal menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan berpuas diri. Ia menyebut masih banyak agenda pembangunan yang harus diselesaikan ke depan.

“Tahun pertama ini adalah tahun belajar, mulai dari memahami realitas di lapangan hingga membangun komunikasi dan interaksi dengan DPRD serta masyarakat,” katanya.

Iqbal berharap, pengalaman selama tahun pertama akan memperkuat hubungan kerja yang lebih kolaboratif dan inklusif antara pemerintah daerah dan DPRD NTB di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua DPRD NTB, Isvie Rupaeda menyampaikan bahwa laporan LKPJ tersebut akan menjadi bahan pembahasan di masing-masing komisi DPRD.
Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran langsung kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dalam setiap rapat bersama DPRD.

“Kami harapkan Pak Gubernur dapat menugaskan langsung kepala OPD tanpa berwakil ketika diundang rapat dengan DPRD,” pintanya disambut tepuk tangan anggota.

Isvie turut menyampaikan optimisme bahwa dengan kondisi keuangan daerah yang sehat tanpa utang, NTB dapat terus melangkah menuju visi besar “NTB Makmur Mendunia”.

“Insya Allah kita akan menuju NTB Makmur Mendunia,” tandasnya. (abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here