GerbangIndonesia, Lombok Timur — Sepuluh hari telah berlalu sejak api melalap habis Pasar Pringgabaya, namun hingga kini ribuan pedagang yang terdampak masih terombang-ambing tanpa kejelasan nasib. Kondisi ekonomi para korban kian memprihatinkan setelah modal usaha mereka ludes terbakar dan sumber penghasilan terhenti total.

Kekecewaan para pedagang memuncak setelah penyaluran dana stimulan pada Selasa (05/052026), dinilai salah sasaran. Informasi yang dihimpun menyebutkan banyak pedagang yang benar-benar menjadi korban kebakaran justru tidak menerima bantuan tersebut. Sebaliknya, warga yang tidak terdampak secara langsung dikabarkan masuk dalam daftar penerima.

“Ada yang sampai tak sanggup bayar cicilan bank, bahkan ada yang sampai depresi melihat kondisi ini,” ungkap salah seorang pedagang dengan nada lirih saat menyampaikan keluh kesahnya.

Meski gelombang kekecewaan meluas dan sempat muncul desakan untuk menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran, para pedagang memilih jalur persuasif demi menjaga kondusifitas daerah. Bersama Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (GEMPUR), mereka mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk menyuarakan aspirasi secara langsung.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan pedagang diterima oleh Asisten Daerah I dan Asisten Daerah II Setda Lombok Timur. Sementara itu, Bupati Lombok Timur berhalangan hadir karena tengah mengikuti agenda bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua GEMPUR, Ustad Ahmad Asdaruddin menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan dialog untuk menjaga wibawa pemerintah daerah. Namun, ia memberikan peringatan keras jika aspirasi ini tidak segera ditindaklanjuti.

“Kami tetap mengedepankan dialog demi menjaga wibawa Pemkab Lombok Timur. Namun jika tetap diabaikan, kami tidak punya pilihan lain (selain aksi),” tegas Asdaruddin.

Senada dengan itu, Sekretaris GEMPUR, M. Zaini. Dia mengingatkan pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret guna mencegah terjadinya gejolak sosial yang lebih luas di tengah masyarakat.

“Kami menginginkan solusi konkret kepada para pedagang. Kami menunggu political will dari pemerintah daerah agar masalah ini tidak berlarut-larut,” pungkas Zaini.

Di akhir pertemuan, para pedagang menitipkan harapan besar agar pada agenda selanjutnya mereka dapat bertemu langsung dengan Bupati Lombok Timur untuk menerima keputusan final yang mampu memberikan titik terang bagi keberlangsungan hidup mereka. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here