GerbangIndonesia, Jakarta – Menjelang pelaksanaan Kongres XIII Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) yang dijadwalkan pada 29 Juli – 2 Agustus 2026 di Lombok Utara, dinamika organisasi mulai menghangat seiring munculnya sejumlah nama yang akan bertarung dalam bursa calon Ketua Umum. Salah satu di antaranya adalah Ananda Budi Stiawan yang resmi menyatakan kesiapannya maju sebagai Calon Ketua Umum Pengurus Pusat HIKMAHBUDHI dengan mengusung narasi “Kongres Persatuan”.
Di usia HIKMAHBUDHI yang telah mencapai 55 tahun, ia mengajak seluruh kader menjadikan kongres sebagai momentum rekonsiliasi dan memperkuat kembali semangat kekeluargaan di dalam organisasi.
Menurut Ananda, perjalanan panjang HIKMAHBUDHI telah melahirkan banyak kader yang berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara. Karena itu, organisasi perlu memasuki babak baru yang lebih solid dengan meninggalkan perbedaan yang selama ini memecah persatuan.
“HIKMAHBUDHI telah berusia 55 tahun. Ini saatnya kita membangun organisasi yang semakin dewasa, menjadikan persatuan sebagai kekuatan, dan mengembalikan HIKMAHBUDHI sebagai rumah kita bersama bagi seluruh kader,” ujar Ananda.
Ia menilai peristiwa Kongres XII HIKMAHBUDHI di Jakarta Utara yang diwarnai kericuhan hingga berujung pada perpecahan harus menjadi pelajaran penting agar tidak kembali terulang.
“Kongres XIII harus menjadi titik balik. Perbedaan adalah bagian dari demokrasi, tetapi persaudaraan harus tetap menjadi fondasi organisasi. Kita perlu saling merangkul dan membangun kembali kepercayaan antarkader,” katanya.
Mengusung visi besar HIKMAHBUDHI sebagai Rumah Kita, Ananda menegaskan kepemimpinan yang ditawarkannya berlandaskan kolaborasi, dialog, dan keterbukaan. Menurutnya, seluruh kader harus memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi tanpa dibatasi oleh perbedaan pilihan maupun dinamika masa lalu.
“Persatuan bukan sekadar slogan, tetapi landasan gerakan kepemimpinan. Jika seluruh kader kembali bersatu, saya yakin HIKMAHBUDHI akan semakin kuat dalam menjalankan kaderisasi, pengabdian kepada umat, serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga nilai Buddhis Kalyanamitta yakni persahabatan yang dilandasi ketulusan, saling menghormati, dan saling mengingatkan dalam kebaikan antar sesama kader HIKMAHBUDHI. Nilai itu, kata dia, merupakan warisan luhur ajaran Buddha yang sangat relevan dalam membangun kehidupan organisasi yang sehat.
Lebih lanjut ia berharap seluruh senior, alumni, serta kader HIKMAHBUDHI di berbagai daerah untuk turut terlibat dalam menguatkan persatuan organisasi.
“Dengan penuh rasa hormat, Saya mengajak seluruh senior dan kader untuk bersama-sama menjaga persatuan dan marwah HIKMAHBUDHI. Mari kita tinggalkan perpecahan, membuka ruang dialog, dan bergandengan tangan demi masa depan HIKMAHBUDHI yang lebih kuat. Kongres XIII harus menjadi kongres persatuan yang mengembalikan HIKMAHBUDHI sebagai rumah bersama bagi seluruh keluarga besar HIKMAHBUDHI,” tutupnya. (*)







