GerbangIndonesia, Jakarta – Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis laporan Survei Nasional periode 14–24 Juli 2026 yang memotret kondisi ekonomi, sosial, politik, pemerintahan, serta dinamika elektoral terkini. Hasil survei tersebut dipaparkan oleh Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, dalam presentasi bertajuk “Elektabilitas Calon-calon Presiden” yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV serta dokumen resmi yang diterima media ini, Rabu (29/7/2026).
Survei ini melibatkan total 4.250 responden dari seluruh provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling dan memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sebesar kurang lebih 1,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
“Dalam simulasi semi-terbuka 32 nama calon presiden, Dedi Mulyadi memuncaki posisi teratas dengan dukungan sebesar 31,4 persen, disusul Prabowo Subianto dengan 18,8 persen, Anies Baswedan 11,6 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 5,9 persen, dan Gibran Rakabuming Raka 5,8 persen,” ujar Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani.
Tren perolehan suara menunjukkan lompatan signifikan bagi Dedi Mulyadi yang merangkak naik dari 9,9 persen pada Januari 2026, menjadi 23,1 persen pada periode Maret–April 2026, hingga mencapai 31,4 persen di bulan Juli. Sebaliknya, dukungan untuk Prabowo Subianto mengalami penurunan bertahap dari 41,5 persen di Januari 2026, turun ke 32,1 persen pada Maret–April 2026, dan berada di angka 18,8 persen pada Juli 2026.
“Ketika simulasi dipersempit menjadi 5 nama, Dedi Mulyadi tetap memimpin dengan 41,9 persen, diikuti Prabowo Subianto dengan 21,9 persen, Anies Baswedan 13,3 persen, Gibran Rakabuming Raka 9,1 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono 7,4 persen,” kata Deni Irvani memperjelas.
Mengenai evaluasi kepemimpinan nasional, Deni Irvani mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan publik (approval rating) terbelah cukup tipis.
“Sebanyak 49,5 persen responden mengaku puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto, sementara 48,8 persen menyatakan tidak puas,” paparnya.
Alasan utama masyarakat yang merasa puas didorong oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG), frekuensi pemberian bantuan sosial, serta penanganan korupsi. Di sisi lain, harga kebutuhan pokok yang tinggi, program kerja yang dinilai belum maksimal, dan persoalan korupsi menjadi pemicu utama ketidakpuasan publik. Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tercatat sebesar 45,8 persen, sedangkan 47,9 persen responden menyatakan tidak puas.
“Pada sektor ekonomi nasional, sebanyak 40,0 persen responden menilai kondisinya berada pada kategori sedang dan 39,6 persen menilai buruk, di mana 44 persen menganggap kondisi ekonomi saat ini lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya,” tutur Deni Irvani dalam pemaparannya.
Evaluasi terhadap penegakan hukum dan pemberantasan korupsi juga didominasi penilaian negatif, di mana 37,4 persen responden menilai penegakan hukum buruk dan 42,9 persen menganggap pemberantasan korupsi berada dalam kondisi buruk. Sektor keamanan menjadi satu-satunya indikator yang mendapat apresiasi positif paling tinggi, dengan 48,8 persen responden menilai kondusif dan baik.
Adapun pada peta kekuatan partai politik, Deni Irvani menegaskan bahwa Partai Gerindra masih memegang kendali utama.
“Jika pemilihan anggota DPR RI dilakukan saat survei berlangsung, Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan dukungan sebesar 18,8 persen,” terangnya.
PDI Perjuangan menyulul di urutan kedua dengan 14,2 persen, diikuti Partai Golkar sebesar 10,8 persen, Partai Demokrat sebesar 9,1 persen, dan PKB sebesar 8,6 persen. Sementara itu, PKS berada di angka 5,2 persen, Partai NasDem mencatatkan 3,3 persen, dan PAN sebesar 3,0 persen, dengan sisa responden lainnya memilih partai lain atau belum memberikan jawaban. (*)







