GerbangIndonesia, Lombok Tengah – Mahasiswa Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh (KPJ), Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menuntaskan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 3 di Kabupaten Lombok Tengah pada 29 Juni sampai 3 Juli 2026. Kegiatan ini melibatkan 96 mahasiswa dan menghasilkan 16 kajian geospasial yang mengangkat berbagai isu kewilayahan setempat.
Mengusung tema “Analisis Data Lapangan untuk Pemodelan Geospasial dan Geovisualisasi di Kabupaten Lombok Tengah“, mahasiswa turun langsung ke sejumlah titik, di antaranya KEK Mandalika, Teluk Gerupuk, TWA Gunung Tunak, kawasan perkotaan Praya, dan Waduk Batujai. Data geospasial yang telah dikumpulkan diolah menggunakan ilmu kartografi, Sistem Informasi Geografis (SIG), dan penginderaan jauh.
Kajian yang dihasilkan cukup beragam, meliputi kondisi ekosistem mangrove dan lamun, kerentanan kekeringan dan longsor, kesesuaian lahan pertanian, kualitas lingkungan permukiman, gejala urban heat island, hingga sedimentasi Waduk Batujai.
Ketua Umum KKL 3 KPJ 2023, Adam Amirul Akbari menyebut kajian ini disusun agar data geospasial benar-benar terpakai dalam memahami kondisi wilayah, bukan sekadar memenuhi tugas akademik.
“Melalui KKL ini kami ingin memperlihatkan bahwa data geospasial itu bisa membantu masyarakat maupun pemerintah daerah dalam memahami karakter wilayahnya secara lebih menyeluruh,” ujarnya melalui rilis resmi, Jumat (07/08/2026).
Selain memperoleh pengalaman akademik, mahasiswa juga berinteraksi dengan masyarakat setempat dalam proses pengumpulan data sehingga memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kondisi sosial maupun lingkungan di lokasi penelitian.
Sementara itu, Koordinator Hubungan Masyarakat KKL 3 KPJ 2023, Mulky Djati Sabila, mengungkapkan bahwa saat ini seluruh kelompok penelitian sedang berada di tahap akhir penyusunan laporan. Ia berharap, hasil penelitian mahasiswa tidak hanya tersimpan sebagai dokumen akademik semata. Dengan membagikannya melalui media sosial, masyarakat diharapkan turut mengenal potensi maupun tantangan yang dihadapi wilayah Lombok Tengah berdasarkan temuan di lapangan.
“Harapan kami, informasi geospasial ini bisa jadi salah satu rujukan dalam pengelolaan wilayah yang berkelanjutan, sekaligus mempererat kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan pembangunan,” paparnya.
Melalui kegiatan ini, KPJ UGM berharap dapat memperkuat sinergi antar dunia akademik dan pembangunan daerah, sekaligus mendorong pemanfaatan data geospasial secara lebih luas dalam pengelolaan wilayah Lombok Tengah. (*)







