Dokter Spesialis Anak RSUD Kabupaten Lombok Utara (KLU), dr. Eriska Ayu Wirindri, Sp.A.

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Kasus infeksi saluran pernapasan menular akibat virus influenza dilaporkan mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) hingga September 2026, kasus influenza di Indonesia melonjak hingga dua kali lipat, di mana 33 persen penderitanya merupakan kelompok balita usia 0 hingga 4 tahun.

Peningkatan kasus suspek influenza dengan gejala batuk dan pilek juga terjadi di daerah, termasuk Kabupaten Lombok Utara dan Kota Mataram.

Dokter Spesialis Anak RSUD Kabupaten Lombok Utara (KLU), dr. Eriska Ayu Wirindri, Sp.A. (dr. Indri), mengingatkan para orang tua agar tidak menganggap remeh penyakit ini karena berbeda dari batuk pilek biasa.

“Influenza itu datangnya tiba-tiba. Anak yang sebelumnya aktif bisa langsung demam tinggi (38,5–40°C), lemas sekali, pegal berat, dan tidak mau makan. Berbeda dengan batuk pilek biasa yang gejalanya muncul bertahap dan cenderung ringan,” ujar dr. Indri. Selasa (22/09/2026).

Ia menjelaskan, pada fase Krusial 48 jam pertama dan tanda bahaya. Dr. Indri menekankan bahwa 24 hingga 48 jam pertama sejak gejala muncul merupakan periode penting. Karena infeksi virus berfokus pada kecukupan cairan, orang tua wajib memastikan asupan minum anak terpenuhi serta melakukan terapi pendukung seperti cuci hidung dengan cairan saline (NaCl 0,9%).

Orang tua diminta menyediakan termometer dan penurun panas (paracetamol) di rumah. Evaluasi ulang kondisi anak wajib dilakukan pada hari ketiga, jika kondisi membaik lanjutkan perawatan di rumah dengan menjaga nutrisi dan istirahat.

Namun, ketika kondisi memburuk (Red Flag) segera bawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda bahaya seperti, Tidak buang air kecil lebih dari 8 jam (indikasi dehidrasi). Demam tinggi menetap atau sempat membaik lalu melonjak kembali. Sesak napas atau napas cepat. Anak tampak sangat lemas dan batuk berat mengganggu tidur.

Oleh karena itu, dr. Indri menegaskan pentingnya vaksinasi influenza sebagai perlindungan terbaik yang direkomendasikan IDAI dan Kemenkes RI. Usia 6 bulan – 8 tahun (pertama kali): Diberikan 2 dosis dengan jeda 4 minggu, lalu diulang 1 dosis setiap tahun. Usia di atas 9 tahun cukup 1 dosis setiap tahun.

Mengingat virus influenza terus bermutasi sesuai rekomendasi WHO, pembaruan vaksin secara berkala sangat dianjurkan.

“Pencegahan jauh lebih baik daripada menunggu anak sakit. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rutin cuci tangan, gunakan masker saat sakit, dan jangan ragu ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda bahaya,” tutup dr. Indri.(iko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here