GerbangIndonesia, Lotim – Hingga saat ini Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur, belum bisa membuka madrasah untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka. Adapun beberapa Pondok Pesantren yang sudah melakukan pembelajaran secara tatap muka, merupakan ponpes yang memiliki program khusus.
Kepala Kemenag Lotim, H Azharuddin mengatakan, sebanyak 52 dari Ponpes yang direkomendasikan dari 213 ponpes di Lotim, melakukan pembelajaran secara tatap muka. Sebab mereka memiliki program khusus. Seperti bahasa arab, bahasa Inggris, pembacaan kitab kuning dan tahfiz. Bahkan beberapa pondok pesantren yang sudah membuka pendidikan itu dibuka langsung Bupati Lotim sejak Juli lalu.
“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada klaster Ponpes yang sedang buka,” beber Azhar saat di konfirmasi di sela acara Musyawarah Daerah IV Forum Kerjasama Pondok Pesantren, Rabu (21/10).
Dikatakan, Ponpes yang melakukan pembelajaran secara tatap muka tersebut tetap mengedepankan protokol kesehatan. Seperti penggunaan masker, mengatur jarak dan menyiapkan tempat cuci tangan.
Adapun madrasah yang masih melakukan pembelajaran secara daring, pihaknya telah mememberik bantuan dana untuk pembelian kouta baik untuk guru maupun kouta siswa guna agar proses daring bisa efekrif.
“Itu kita kasi Rp 5 juta perbulan. Rp 15 juta per-Ponpes pertahun dan itu kita bayar tiga kali,” ucapnya.
Lanjut Azhar, untuk membuka ponpes secara keseluruhan, pihaknya belum ada sinyal untuk membuka. Sehingga sampai saat ini pihak kemenag masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat atau kebijakan lain dari pemerintah daerah, mengingat kasus Covid-19 juga masih terjadi. (*)
Tegakkan protokol kesehatan dengan #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitangan.








