GerbangIndonesia, Lotim – Laskar NTB menggelar hearing di Kantor DPRD Lotim, Selasa (13/4). Aksi ini untuk menuntut Pemkab Lombok Timur, untuk menangani galian C  ilegal dan yang berada di daerah resapan. Mengingat secara aturan, lokasi tersebut tidak diperbolehkan menjadi lokasi galian C.

Ketua Umum Laskar NTB, M Agus Setiawan mengatakan, Laskar NTB juga mendorong Pemda dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut dan mempidanakan oknum APH yang terlibat dan bermain di tambang-tambang ilegal tersebut.

“Termasuk di kepolisian. Misalkan hal yang kecil ini tidak bisa diselesaikan, kita harap Kapolres-nya angkat kaki dari Lotim. Kita ingin Kapolres yang bisa menyelesaikan persoalan kecil ini,” tegasnya.

Dikatakannya pula, persoalan galian C ilegal tersebut merupakan persoalan yang sudah lama. Hanya saja, persoalan tersebut dibiarkan berlarut-larut hingga saat ini, sehingga dirinya menduga ada permainan.

Selain itu, dirinya juga khawatir dengan dibangunnya ruas jalan dari Bandara Internasional Lombok menuju KEK Mandalika yang ada di daerah Lombok Tengah, maka material-material yang ada di Lotim akan diangkut ke Loteng.

“Pasti ke depannya masyarakat Lotim akan menanggung risiko akibat galian C ini, kalau kita biarkan ini terjadi,” kata dia.

Adapun dari hasil hearing tersebut , Laskar NTB dan DPRD Lotim bersama instansi terkait akan turun langsung melihat galian C tersebut dan menutup beberapa galian C yang ada di beberapa titik yang di anggap ilegal dan berada di daerah resapan dan penyangga.

Terpisah, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Lotim, Sunrianto mengtatakan, informasi dari Laskar NTB ada 14 titik lokasi tambang di Masbagik Utara dan semua lokasi berada pada daerah penyangga dan resapan mata air. Sehingga pihaknya bersama DPRD dan instansi lainnya sepakat Kamis mendatang akan turun untuk melakukan penutupan.

Kata dia, dari Satpol PP sendiri pada awal tahun 2021 lalu, telah melakukan sosialisasi dan memberikan teguran baik secara langsung maupun secara tertulis kepda para penambang tersebut. Mengingat secara aturan lokasi galian C tersebut bukan lokasi penambangan.

“Setelah ditutup nanti kita akan buat berita acara penutupan, kita laporkan ke Pak Bupati dan kita tembuskan ke Kapolres juga,” tutupnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here