Kamaruzzaman dan TGH Fauzan Zakaria. Foto Dokumen Pribadi

GerbangIndonesia, Mataram – Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) NTB, TGH Fauzan Zakaria menyesali arogansi aparat Satpol PP di Lotim. Menurutnya, ini bukan kali pertama di Lombok aparat Satpol PP menunjukkan sikap arogansi terhadap jurnalis. Bahkan, kejadian serupa pernah terjadi di Mataram.

“Sangat disayangkan oknum Satpol PP bertindak arogan seperti itu. Ini bukan kali pertama saja menimpa jurnalis, dan lagi-lagi pelakunya oknum Satpol PP,” katanya.

Fauzan Zakaria mengatakan, dalam melakukan razia masker seharusnya Satpol PP tidak melakukan upaya kekerasan.

“Razia masker tidak dengan jalan kekerasan. Itu sangat arogan dan memalukan,” ujarnya.

Wakil Koordinator Bidang Advokasi dan Hukum AMSI NTB, Satria Zulfikar juga mengutuk keras aksi premanisme oknum Satpol PP. Dia mengatakan, sanksi berat harus diberikan terhadap oknum tersebut.

“Kami jelas mengutuk aksi penganiayaan yang menimpa jurnalis. Tindakan premanisme seperti itu seharusnya sudah tidak ada. Solusinya terbaik adalah oknum tersebut diberikan sanksi berat oleh instansinya,” ujarnya.

Dia juga meminta korban penganiayaan memproses hukum kasus penganiyaan tersebut.

“Harus ada efek jera. Korban juga harus melaporkan ke aparat penegak hukum. Jika dibiarkan kasus serupa menimpa jurnalis berpotensi akan terulang kembali,” ujarnya.

Satria juga mengatakan sudah dua kali terjadi aksi oknum Satpol PP bertindak arogan saat razia masker. Kejadian serupa juga pernah menimpa Dekan Fakultas Hukum Universitas Gunung Rinjani. Bahkan berujung pada laporan Ombudsman atas aksi oknum Satpol PP.

Terpisah, Kordinator Daerah (Korda) AMSI Lombok Timur, Kamaruzzaman juga menyatakan sikap atas tindakan kekerasan dan aksi premanisme oleh oknum Satpol PP Lombok Timur kepada salah seorang wartawan saat hendak melakukan peliputan di Kantor Bupati.

Ditegaskan Kamaruzzaman, AMSI mengecam dan mengutuk tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum Satpol PP kepada salah seorang wartawan. Menurutnya oknum itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“AMSI sangat menyayangkan sikap arogansi oknum anggota Pol-PP itu,” katanya di Kantor Media Corong Group, Kamis (29/4).

Sepatutnya kata dia, tindakan arogansi semacam itu tidak mesti terjadi. Apabila oknum itu menahan diri dan mengedepankan komunikasi yang baik.

“Kalau dilihat dari peristiwanya, seharusnya perisitiwa itu tidak akan terjadi jika diselesaikan dengan cara santun,” ucapnya.

Selaku Korda AMSI Lombok Timur, dirinya menegaskan agar kepala daerah dalam hal ini Sekretaris Daerah Lombok Timur selaku pembina Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memanggil oknum dan Kepala Satpol PP Lombok Timur.

“Kami harap Sekda tegas, selaku bos ASN dia harus panggil oknum dan Kasat Pol PP,” bebernya seraya menyebut jika Kasat Pol-PP harus diberi sanksi administrasi karena tidak bisa membina personelnya.

Masih lanjut Ramax pangggilan akrabnya, apabila Sekda tidak melakukan itu, dikhawatirkan akan terjadi preseden buruk bagi ASN dan birokrasi Lombok Timur.

Dikatakannya juga, Korda AMSI Lombok Timur akan menempuh proses hukum, sebagai wujud solidaritas. Terlebih wartawan dijamin oleh Undang-Undang Pokok Pers No. 40 tahun 1999 dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

“Kami akan memproses hukum oknum itu jika tidak diberikan sanksi tegas oleh Sekda. Itu kami lakukan sebagai wujud solidaritas kami,” tegasnya. (haq/par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here