Kapolres Lotim bersama Kasat Narkoba saat melakukan Konprensi pres di Polres Lotim. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Sejak April-Juli 2021, Satresnarkoba Polres Lombok Timur berhasil mengungkap 22 kasus penyalahgunaan Narkotika jenis sabu. Para pelaku penyalahgunaan Narkotika tersebut diamankan di Lokasi yang berbeda-beda dan kasus tersebut juga merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya.

“Ada dua orang tersangka merupakan hasil pengembangan kasus sebelumnya, karena kasus narkoba ini kita terus melakukan pengembangan,” ujar Kapolres Lotim, AKBP Tunggul Sinatrio saat konferensi pers di Polres Lotim, Jumat (16/7).

Baca Juga: Menteri Agama: Tidak Ada Salat Idul Adha di Masjid atau Lapangan!

Adapun jumlah barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 71,24 gram Narkotika jenis sabu, berbagai alat konsumsi narkotika dan satu unit kendaraan roda empat merek Daihatsu Sigra warna putih.

Pelaku dan BB saat ini sudah diamankan di Polres Lotim guna penyidikan dan proses hukum lebih lanjut. Adapun pasal yang dilanggar yakni Pasal 114, Pasal 112 dan Pasal 127 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun.

Di tempat yang sama, Kasat Resnarkoba Polres Lotim, Iptu I Gusti Ngurah Bagus Suputra mengatakan, dari 22 orang tersangka tersebut, 11 orang tersangka diproses hukum karena terbukti sebagi pengedar narkoba dan 11 orang lainnya dilakukan rehabilitasi karena sebagai pemakai.

“Ada 11 orang pelaku kita rehab di rumah sakit. Kalau tersangka husus sebagai pengguna kita dorong untuk direhabilitasi, karena pengguna kita kategorikan sebagai korban sepanjang saya tidak bisa membuktikan dia bagian dari jaringan,” terang Suputra.

Lanjut dia, sejauh ini sudah 11 orang pengguna sudah direhabilitasi dan satu orang pengguna secara mandiri meminta untuk direhab.

“Total yang kita rehabilitasi 12 orang, hal itu kami lakukan sesui dengan ketentuan hukum dan kebijakan dari Pak Kapolri bagi pengguna untuk dilakukan rehabilitasi medis,” ucapnya.

Baca Juga: Viral Video Pria Berpeci Nekat Menghirup Napas Pasien Covid-19, Akhirnya Meninggal Dunia

Lebih lanjut Suputra mengatakan, khusus bagi penngguna Narkotika tidak bisa peroses hokum. Sehingga dirinya berharap jika ada masyarakat yang memiliki keluarga yang terindikasi sebagai penyalahgunaan Narkotika agar mengajukan untuk direhab.

“Jika ada masyarakat yang terindikasi penyalahgunaan Narkoba dapat mengajukan untuk direhab dan itu tidak boleh diperoses hokum. Saya pastikan tidak akan diproses hukum justru kita akan rawat di rumah sakit,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here