Sekda Lotim, M Juaini Taufiq. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur memperbolehkan pelaksanaan ibadah Idul Adha di masjid atau di lapangan. Akan tetapi harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Saat ini masih bersetatus zona orange, jadi boleh di lakukan di masjid adan di lapangan,” ungkap Sekertaris Daerah Lotim, HM Juaini Taufiq, Sabtu (17/7).

Kata dia sejak tanggal 14 Juli lalu, Pemkab Lotim sudah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  Darurat Imbangan. Kendati masyarakat boleh melalukan Idul Adha di masjid ataupun di lapangan.

Selain Ibadah Idul Adha, Pemkab Lotim, juga memperbolehkan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Namun harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat tidak boleh berkerumunan ketika melakukan pengurbanan.

Baca Juga: Viral Video Pria Berpeci Nekat Menghirup Napas Pasien Covid-19, Akhirnya Meninggal Dunia

“Ketika mengurban baik di lapangan atau di manapun harus menjalankan protokol kesehatan tidak boleh berkerumun, sebagian masyarakat saja yang melakukannya. Jangan banyak-banyak!” pesannya.

Lanjut Juaini, untuk pembagian daging kurban juga diharapkan dilakukan langsung oleh panitia kurban untuk dibagikan ke langsung ke masing-masing rumah masyarakat.

Disebutkan Juaini, kasus Covid-19 di Lotim masih tetap terjadi. Sehingga dirinya berharap masyarakat tidak kendor dalam penerapan protokol kesehatan dimana pun terlebih saat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban nanti.

Baca Juga: Menteri Agama: Tidak Ada Salat Idul Adha di Masjid atau Lapangan!

“Penyekatan juga sudah dilakukan dan razia masker juga Kemabli di lakukan, hal ini kita lakukan semata-mata untuk memutus matai rayai penyebaran Covid-19 di Lotim,” tutup Juaini. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here