Anggota DPRD Lotim saat melakukan Sidak di Puskesmas Masbagik Baru. FOTO SUPARDI/GERBANGINDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Sejumlah anggota DRPD Lombok Timur melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Puskesmas Masbagik Baru, Kecamatan Masbagik, Senin (26/7). Dari hasil Sidak tersebut ditemukan bahwa Puskesmas Masbagik Baru belum siap dijadikan sebagai Rumah Sakit tipe D. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRD Lotim, M Badran Achsyid.

“Terutama sarana prasarana dan tenga kesehatannya masih kurang,” terang Badran saat melakukan Sidak.

Baca Juga: Najamuddin Ungkap Bobroknya Penerapan PPKM di Indonesia

Kata dia, sejauh ini Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, belum melakukan assement terkait kesiapan peraihan Puskesmas Masbagik Baru menjadi Rumah Sakit tipe D. Padahal kata Badran, Pemkab Lotim menargetkan pada tahun 2022 mendatang Rumah Sakit tipe D sudah ada di Lombok Timur.

“Seharusnya Dikes sudah melakukan assement kepada puskesmas ini. Kita punya banyak PR di puskesmas ini terhadap persolan peralihan menjadi Rumah Sakit tipe D ini,” katanya.

Selain itu, temuan vaksinasi di wilayah Puskesmas Masbagik Baru juga masih jauh dari target. Dimana target yang diberikan sebanyak 16.000, akan tetapi vaksin yang sudah diberikan baru 2.000 dosis saja untuk vaksin dosis pertama dan kedua.

Dirinya berharap pemerintah daerah bisa segera menyalurkan vaksin tersebut agar masyarakat bisa cepat terlayani.

“Puskesmas juga sudah sipa melakukan vaksinasi, tapi vaksinnya yang tidak ada,” katanya.

Sementara itu, Kasubag TU Puskesmas Masbagik Baru, Hairul Anwar mengakui Puskesmas Masbagik Baru masih mengalami kekurangan terutama sarana prasarana dan tenaga kesehatan. Akan tetapi pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dikes Lotim terkait wacana peralihan puskesmas tersebut menjadi tipe D.

Baca Juga: Bikin Bangga, NTB Daerah Terinovatif di Bawah Jawa Tengah

“Dari hasil hearing tokoh masyarakat bersama dewan dan Dikes, puskesmas ini diwacanakan menjadi RS Tipe D, tapi nanti kita akan koordinasi dengan Dikes terkait kesiapan kita untuk menjadi RS tipe D karena kita masih kurang sarpras dan tenaga,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here