Djohan Sjamsu saat ditemui di Pemenang, Lombok Utara. FOTO LALU HABIB FADLI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, KLU – Kejaksaan Tinggi NTB sudah menetapkan sejumlah tersangka kasus korupsi di RSUD Lombok Utara, Kamis (23/9). Salah satu dari tersangka yang ditetapkan yakni Wakil Bupati Lombok Utara, Dani Karter Febrianto.

Baca Juga: Gerakan Vaksinasi Bagi Pelajar, Wagub: Agar Aktivitas Belajar Terjamin Keamanannya

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB, Dedi Irawan menjelaskan, dugaan tindak pidana korupsinya yaitu pembangunan penambahan ruang operasi dan ICU pada RSUD Lombok Utara Tahun 2019 lalu. Proyek tersebut dengan perhitungan kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.757.522.230,33 serta dugaan penyimpangan pembangunan penambahan ruang IGD dan ICU RSUD Lombok Utara dengan perhitungan kerugian keuangan negara sebesar Rp 742.757.112,79.

Baca Juga: Serbuan Vaksinasi Kodim 1606/Mataram Berlanjut, Kali Ini Giliran SMKN 1 Mataram

Ditemui di Lombok Utara, Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu memilih hemat bicara terkait penetapan tersangka kepada pasangannya tersebut.

“No comment. No comment,” ujar Bupati yang baru dilantik awal tahun 2021 lalu itu. (abi)

Adapun masing-masing tersangka pada perkara dugaan korupsi pembangunan penambahan ruang operasi dan ICU tersebut yakni:

1.     SH, selaku Direktur RSUD KLU

2.     EB, selaku PPK pada Dikes KLU

3.     DT, selaku Kuasa Direktur PT. Apromegatama. (Penyedia)

4.     DD, selaku Direktur CV. Cipta Pandu Utama ( Konsultan Pengawas).

Tersangka pada perkara dugaan korupsi pembangunan penambahan ruang IGD dan ICU RSUD Lombok Utara yakni:

1.     SH, selaku Direktur RSUD KLU

2.     HZ, selaku PPK pada RSUD KLU

3.     MR, selaku Kuasa PT. Bataraguru.

4.     LFH, selaku Direktur CV. Indomulya Consultant

5.     DKF, selaku Staf Ahli CV. Indo Mulya Consultant.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here