Bupati Lotim HM Sukiman Azmy saat melakukan peresmian Pilot Projek digital Farming di Orong Bolok Desa Kerongkongan, Kecamatan Suralaga. FOTO IST/GERBANG INDONESIA





GerbangIndonesia, Lotim – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy merasa optimistis keberadaan Digital Farming atau pertanian digital bisa mewujudkan efisiensi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produksi hasil pertanian dan pemasaran.

Baca Juga: Jajal Sirkuit Mandalika, Presiden: Banyak Tikungan Tajam, Sulit untuk Saya!

“Terimakasih atas bantuan dan dukungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB atas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat Lotim melalui berbagai fasilitasi,” terang Sukiman pada peresmian Pilot Project Penerapan Digital Farming di Kelompok Tani di Orong Balak, Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Selasa (22/11).

Sukiman menyebutkan, BI NTB sejauh ini sudah banyak program yang dilakukan di Lotim, mulai dari memfasilitasi industri tenun, peternakan dan pertanian.

Khusus di sektor pertanian, BI telah memberikan bantuan pengembangan pertanian organik untuk klaster cabai, yang ditindaklanjuti dengan penerapan digital farming atau pertanian digital.

“Kami yakin melalui upaya ini akan mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produksi hasil pertanian dan program ini dengan didukung oleh Pemkab Lotim, bisa mewujudkan kota pintar (smart city) yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Perwakilan BI NTB Ahmad Fauzi menyampaikan, manfaat teknis digital farming bagi kelompok tani dapat memprediksi cuaca secara akurat. Sehingga petani mengetahui jadwal tepat untuk melakukan penanaman, memilih komoditas terbaik yang tepat, penggunaan sarana produksi, serta peringatan dini terkait kondisi tanah dan cuaca.

“Dengan begitu para petani bisa meminimalisir risiko dan bisa mendapatkan hasil yang lebih optimal,” jelasnya.

Heru mengingatkan keberhasilan program tersebut ada di tangan petani. Kata dia, ada tiga prinsip yang harus dipegang oleh para petani yakni satu visi, satu hati, dan satu aksi.

Dirinya berharap petani Orong Balak yang menjadi lokasi peresmian pilot projek tersebut dapat menjadi petani mandiri, sejahtera dan bisa menjadi contoh bagi petani lainnya.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memelihara kestabilan nilai rupiah melalui pengendalian inflasi yang rendah dan stabil, khususnya kelompok volatile food,” ungkapnya.

Baca Juga: Jajal Sirkuit Mandalika, Presiden: Banyak Tikungan Tajam, Sulit untuk Saya!

Selain itu, program tersebut diakui juga sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan dan pemberdayaan UMKM yang dilakukan pemerintah daerah. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here