Ratusan masyarakat Sembalun saat melakukan demonstrasi di depan Kantor Bupati Lotim, Rabu (24/11). FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Ratusan masyarakat Desa Sembalun menggelar aksi di depan Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (24/11). Aksi mereka kali ini untuk meminta Pemkab Lotim menghapus sertifikat HGU PT. SKE yang baru diterbitkan atas rekomendasi Bupati Lotim. Massa aksi juga meminta Bupati Lotim untuk menghentikan aktivitas PT. SKE di Sembalun.

Baca Juga: Disalahkan, Pawang Hujan Sirkuit Mandalika Lapor Polisi

Juru bicara masyarakat Sembalun, Dedi mengatakan, dalam penerbitan sertifikat HGU PT. SKE dinilai tidak jelas dan tidak pernah melibatkan masyarakat Sembalun. Padahal selama ini, merekelah yang menjadi penggarap lahan tersebut selama 26 tahun.

“Kami minta sama Pak Bupati terkait HGU yang di terbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lotim dibatalkan,” pintanya.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar HGU lama tahun 1990 agar dievaluasi kembali. Kata dia, wacana yang berkembang di tengah masyarakat bahwa seluas 120 hektare lahan akan dibagikan  kepada 400 orang yang telah setuju untuk tanda tangan. Namun sejumlah orang yang akan diberikan tersebut dinilai bukan penggarap asli.

“400 orang yang akan diberikan itu besar dugaan kami itu bukan penggarap lahan tersebut, karena para penggarap yang di sana kami saling kenal semua,” katanya.

Dirinya berharap jika memang tanah seluas 120 hektare tersebut dibagikan ke masyarakat agar diberikan kepada penggarap yang betul-betul berhak menerima.

Pantauan Gerbang Indoesia, dalam aksi tersebut massa aksi tidak bisa ditemui langsung oleh Bupati dikarenakan sedang berada di luar. Namun demikian, massa aksi mengancam akan membawa massa yang lebih banyak lagi jika persoalan lahan di Sembalun tersebut tidak kunjung selesai.

Bahkan dalam aksi tersebut, massa aksi juga mengancam akan pindah dari Kabupaten Lotim ke Kabupaten Lombok Utara. Sebab, masyarakat Sembalun menilai selalu dirugikan oleh Pemkab Lotim, padahal daerah Sembalun menjadi penyumbang PAD terbesar di Lotim.

“Lebih baik kami pidah saja ke KLU kalau persoalan ini tidak bisa diselesaikan. Kami yakin kami akan lebih sejahtera kalau pindah ke KLU,” ungkap salah seorang Orator, Amrullah.

Adapun perwakilan massa aksi sudah dua kali masuk untuk melakukan dialog langsung bersama Bupati atau Sekda Lotim. Namun Sekda dan Bupati sedang berada di luar sehingga tidak bisa menemuinya.

Perwakilan massa aksi yang ditemui oleh salah seorang pejabat Pemkab Lotim merasa kesal karena tidak bisa bertemu langsung sekda dan Bupati.  Bahkan perwakilan masa aksi juga sempat menekan pejabat tersebut untuk menelepon Bupati dengan Video Call (VC) untuk menyampaikan dan mencari solusi persolan di Sembalun.

Selang beberapa waktu setelah kembali melangsungkan aksinya, massa aksi akhirnya ditemui Asisten 1 Pemkab Lotim, Lalu Dami Ahyani. Ia mengatakan bahwa dirinya berjanji akan menyampaikan persolan tersebut ke Pak Bupati langsung dan sudah mencatat semua keluh kesah masyarakat.

Baca Juga: Jajal Sirkuit Mandalika, Presiden: Banyak Tikungan Tajam, Sulit untuk Saya!

“Keluhannya sudah saya catat semua jadi nanti saya akan sampikan langsung kepada Pak Bupati. Tapi hari ini Pak Bupati betul-betul tidak ada di sini,” ujarnya di depan massa aksi. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here