Sejumlah siswa saat mengikuti ujian, Senin (1/12). FOTO TAUFIK/GERBANG INDONESIA





GerbangIndonesia, Lombok Tengah – Sistem pengujian Computer Basic Test (CBT) ternyata tidak hanya bisa dilakukan di perkotaan saja. Di bagian pelosok saat ini sudah mulai bisa dilaksanakan.

Baca Juga: Jajal Sirkuit Mandalika, Presiden: Banyak Tikungan Tajam, Sulit untuk Saya!

Padahal, menurut sebagian orang, sistem pengujian CBT ini memiliki banyak sekali risiko jika dilaksanakan di bagian pelosok, terutama risiko mengenai gangguan signal dan jaringan yang bisa mengganggu proses ujian berlangsung.

Meski begitu, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Lombok Tengah berani mengambil risiko tersebut.

Pada pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) untuk semester gasal tahun pelajaran ini, madrasah yang berada di daerah pelosok ini memberanikan diri untuk melaksanakan ujian semester dengan sistem CBT.

Tidak tanggung-tanggung, pihak madarasah memperuntukan ujian itu untuk dua kelas sekaligus, yaitu kelas V (lima) dan VI (enam).

Menurut penelurusan GerbangIndonesia, dari semua madrasah di wilayah Lombok Tengah, hanya MIN 4 yang menggunakan sistem komputer untuk menguji kompetensi peserta didik di semester tahun ini.

Kepala MIN 4 Loteng, Zulhadi, MPd.I menyatakan, selain berdasar pada surat edaran dari Kanwil Kemenag Provinsi NTB dengan nomor B-6607/Kw.19.02/1/PP.00/11/2021 mengenai anjuran penggunaan sistem komputer, pihaknya juga mengatakan bahwa hal itu untuk melatih dan membiasakan siswa meggunakan CBT dalam kegiatan ujian.

“Dan pastinya kami juga ingin mempersiapkan siswa menghadapi kemajuan teknologi di abad 21 ini yang semua serba digital,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan Zulhadi, untuk hari pertama pelaksanaan PAS dengan CBT ini berjalan dengan lancar. Pihaknya juga hanya menggunakan 1 sesi di masing-masing kelas dalam kegiatan ini.

“Kebetulan, kami dari pihak sekolah meminta kesiapan guru untuk meminjamkan HP dan laptop mereka kepada siswa sehingga mencukupi, selebihnya dari siswa sendiri,” imbuhnya.

Mengenai kesiapan siswa sendiri, Zulhadi menjelaskan bahwa siswa sudah siap melaksanan ujian menggunakan sistem ini. Hal itu karena sebelumnya MIN 4 Loteng masuk menjadi madrasah sasaran pada saat pelaksanaan Assesment Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) dan ANBK.

“Kami rasa anak-anak sudah siap karena untuk kelas lima sudah melakukan simulasi empat kali sejak AKMI dan ANBK,” jelasnya.

Hanya saja, lanjut dia, meski sudah dilaksanakan dan diklaim lancar tetapi masih ada kendala dalam pengadaan alat uji berupa laptop atau HP. Sehingga, pihaknya meminta siswa mendakan alat sendiri berupa HP yang sebelumnya dipermaklumnya kepada wali/orangtua masing-masing siswa.

“Kendalanya ya begitu, untung ada guru yang punya HP lebih dari satu dan laptop juga. Ya kami juga pinjamkan dari pihak luar sekolah,” tukasnya.

Dia berharap, pihaknya mendapatkan support dan bantuan alat berupa laptop dari Kementerian agar pelaksanaan ujian ke depan bisa terus menggunakan sistem CBT ini.

“Apalagi kami rencananya untuk tahun depan insya Allah akan membuat lab komputer,” tandasnya.

Sementara itu, guru penyusun teknis dan pembuat aplikasi, Rabiatul Adawiyah S.Pd menjelaskan, pihaknya sudah melakukan persiapan sejak awal. Dimulai dari mencari aplikasi oline yang sesuai untuk diterapkan dan langsung melakukan uji coba.

“Setelah beberapa kali melakukan ujicoba, kami memutuskan untuk menggunakan aplikasi google form,” jelasnya.

Selain persiapan itu, dia melanjutkan bahwa pada H-1 pihaknya juga melakukan simulasi untuk menilai kesiapan serta hal-hal yang harus ditambahkan.

“Alhamdulillah setelah semua selesai, guru tinggal menginput soal, jawaban serta skor sehingga anak-anak (siswa, Red) bisa langsung mengetahui skornya setelah selesai mengerjakan. Cukup efektif dan cukup adil bagi kami dan siswa meski masih ada sedikit kekurangan di bagian teknis,” tandasnya.

Baca Juga: Sirkuit Mandalika Diresmikan, Jokowi: Kita Siap Jadi Tuan Rumah WSBK dan MotoGP

Kegiatan PAS di Madrasah ini sendiri dilaksanakan sejak Rabu (1/12) hingga Kamis (9/12) mendatang. (gi05)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here