Salah seorang masyarakat Lotim saat melakukan vaksinasi. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Capaian vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Masbagik masih menempati posisi terendah dari target yang sudah ditentukan. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Lotim, Sinawan. Dia mengatakan, capaian vaksinasi terendah tersebar di Kecamatan Masbagik, Sakra dan Selong. Belum tercapainya target vaksinasi tersebut dinilai karenakan jumlah terget vaksinasi di Kecamatan Masbagik, Selong dan Sakra yang tinggi.

Baca Juga: Puji Program Kampung Sehat, Gubernur NTB: Mampu Tekan Covid-19

“Selain itu juga dikarenakan tingkat kesulitan untuk memberikan vaksinasi kepada masyarakat yang agak susah. Karena kebanyakan masyarakat beraktivitas di pagi hari, sehingga sulit untuk memberikan vaksin. Bukan dikarenakan keberadaan vaksin yang tidak memadai,” ungkapnya, Rabu (1/12).

Kata dia, capaian vaksinasi di Kecamatan Masbagik hingga saat ini masih berada di angka 63,66 persen untuk dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua baru mencapai mencapai 29,49 persen.

Sementara itu, target capaian vaksininasi yang ditetapkan di masing-masing kecamatan sebesar 70 persen. Sedangkan di tiga kecamatan tersebut saat ini baru mencapai di bawah 70 persen.

“Kecamatan dengan capaian vaksinasi rendah ini rata-rata capain vaksinasinya masih berada dia atas 60 persen. Memang tidak ada yang berada dibawah 60 persen, tapi target yang sudah ditatapkan 70 persen,” katanya.

Sementara untuk kecamatan dengan capaian vaksinasi tertinggi berada di Kecamatan Suralaga, dengan jumlah capaiannya sebanyak 81,08 persen untuk dosis pertama dan sebanyak 47,30 persen untuk dosis kedua. Kemudian disusul oleh Kecamatan Lenek dengan jumlah capain sebesar 79,33 persen.

Baca Juga: Lima Zodiak Ini Diprediksi Bakal Kaya Raya di Masa Depan, Kamu Termasuk?

“Kecamatan yang paling rendah hasil capaiannya saat ini Kecamatan Masbagik. Kalau capaian vaksinasi secara keseluruhan saat ini sudah sudah mencapai 74,75 persen untuk dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua mencapai 39 persen,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here