GerbangIndonesia, Lotim – Terkait adanya peristiwa peyerangan terhadap yayasan As-Sunnah di Aikmel, Lombok Timur Minggu dini hari (2/1/2022), saat ini kedua belah pihak sudah menandatangani surat kesepakatan untuk tetap menjaga kerukunan.
Baca Juga: Jika 2024 NasDem Ungguli PKS, Zul-Rohmi Diprediksi Oleng
Bupati Lotim, H M Sukiman Azmy menyampaiakan, dalam surat kesepakatan tersebut didapati tujuh poin penting dan beberapa penekanan kepada para pihak agar melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan keyakinan dan jalur normanya masing-masing.
“Kalau berdakwah itu dengan santun dengan bilmauizotilhasanah. Artinya berdakwahlah dengan baik dengan santun dengan omongan yang tidak menyinggung hati orang lain dan menyinggung paham orang lain,” pinta Sukiman saat ditemui di Kotaraja, Senin (3/1).
Kata Sukiman, video dakwah yang menjadi persoalan tersebut merupakan video lama yang diambil pada tahun 2020 lalu. Namun saat ini dimanfaatkan oleh provokator yang berujung pada penyerangan. Sehingga diharapakan jika melakukan dakwah dan merekamnya agar tidak disebarluaskan ke media sosial agar tidak memicu gejolak di tengah masyarakat.
Dijelaskannya pula, salah satu isi surat kesepakatan tersebut ialah menyerahkan oknum-oknum dari kelompok manapun yang terindikasi tidak menjalankan tupoksinya sesui dengan normanya masing-masing.
“Sekarang ustad yang bersangkutan sudah ditangani Polda NTB untuk mengklarifikasi video itu. Jika ada orang yang melaporkannya lagi atas ujaran kebencian, tentu beliau harus bertanggungjawab juga,” tegasnya.
Di satu sisi, Sukiman mengakui jika statemen oknum ustad tersebut tidak patut untuk dikeluarkan. Meski itu hanya mengutip atau bersandar dari omongan orang lain. Karena hal tersebut dinilai tidak patut untuk dikelurkan oleh seorang tuan guru.
“Kami (Pemkab Lotim, Red) bersama Forkopimda, sesepuh masyarakat, tokoh agama sudah berkumpul dan menandatangani surat pernyataan. Kami harap setelah itu semuanya damai,” katanya.
Selain itu, Pemkab Lotim juga sudah menawarkan kepada pihak As-Sunnah agar lokasi pembangunan Musala tersebut direlokasi. Sebab lokasi pembangunan musala tersebut dikelilingi oleh komunitas yang berbeda dengan As-Sunnah dan jarak antara masjid yang satu dengan lainnya juga berdekatan.
Jika pihak As-Sunnah menyetujui tawaran tersebut, Pemkab Lotim akan membeli lahan tersebut untuk pembuatan BUMDes agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat banyak, khususnya masyarakat sekitar.
“Itu adalah salah satu solusi yang kami tawarkan. Sebab kalau musala itu tetap di sana akan jadi bom waktu. Sekarang jadi musala besok jamaah semakin banyak, akan jadi masjid. Khawatirnya akan ada lagi reaksi-reaksi lagi di masa yang akan datang,” ucapnya.
Jika pun lokasi pembangunan musala As-Sunnah tersebut dijadikan sebagai pondok pesantren, menurut Bupati As-Sunnah tetap akan menimbulkan permasalahan di tengah masyarakat. Sehingga menurutnya salah satu cara untuk menghilangkan konflik di kemudian hari ialah dengan merelokasi pembangunan di tempat komunitas As-Sunnah.
Baca Juga: Viral Karena Sebut Makam Ulama Tai Anj*ng, Ustad Mizan Qudsiah Bakal Dilaporkan ke Polisi
“Jadi kami harap As-Sunnah mendirikan masjid atau yayasan itu di komunitasnya sendiri, biar tidak ada konflik lagi,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli








