GerbangIndonesia, Lotim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur sejak 3 Januari lalu melakukan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh di satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan SMP. PTM secara penuh tersebut dilakukan dengan merujuk pada surat edaran empat menteri dengan keriteria tenaga pendidik dan kependidikan sudah tervaksin di atas 80 persen dan vaksinasi Lansia di atas 50 persen.
Baca Juga: Jadi Buronan Polisi, Pengupload Pertama Video Makam Tain Ac*ng Akhirnya Buka Suara
“Alhamdulillah Lotim tenaga pendidik dan kependidikan sudah tervaksin di atas 80, begitu juga dengan Lansia kita. Jadi tatap muka di Lotim sudah bisa kita lakukan 100 persen,” ujar Kadis Dikbud Lotim, Ahmad Dewanto Hadi saat ditemui di kantornya, Selasa (11/1).
Uji coba PTM tersebut kata Dewanto akan berlangsung selama satu bulan ke depan. Meski keadaan Lotim sudah aman untuk melakukan PTM, namun pihaknya mengakui tetap akan melakukan evalusi terkait PTM secara penuh tersebut guna memastikan prokes tetap dijalankan pihak sekolah maupun para siswa.
Jika sdah dievalusi dan tidak ditemukan adanya siswa atau tenaga pendidik yang terkonfirmasi, maka PTM di satuan pendidikan SD maupun SMP di Lotim akan dijalankan seterusnya secara penuh.
“Kita akan evalusi lagi nanti simulasi ini, apakah ada yang terkonfirmasi dan ada hal-hal yang perlu kita perbaiki, akan kita akan perbaiki. Kalau kedaanya memungkinkan kita untuk lanjutkan, maka kita akan teruskan,” jelasnya.
Dijelaskan dia, pembelajaran PTM penuh tersebut dilakukan secara normal seperti sebelumnya tanpa adanya sistem sift ataupun pembatasan jumlah siswa dalam ruang kelas, namun tetap dengan menerapkan Prokes.
“Jadi tidak ada lagi sistem sift dan kapisatasnya full, dan Alhamdulillah sejauh ini belum ada laporan yang masuk ke kami terkait adanya kasus terkonfirmasi positif,” imbuhnya.
Baca Juga: Adu Data Lahan Mandalika, ITDC-BPN Justru Bawa Tangan Kosong
Melihat kondisi selama simulasi PTM yang berjalan lanjar ditambah dengan level PPKM Lotim yang tetap berada pada level I, dirinya optimistis bahwa proses pembelajaran di Lotim bisa dilakukan secara normal atau dilakukan PTM penuh seterusnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli








