
GerbangIndonesia, Lotim – Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lombok Timur pada tahun 2022 ini hanya pokus pada pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Kawasan Permukiman Disperkim Lotim, Okti Indayani, ST M.Kom.
Baca Juga: Jadi Buronan Polisi, Pengupload Pertama Video Makam Tain Ac*ng Akhirnya Buka Suara
“Dari informasi terakhir yang kami terima, khusunya kami di Bidang Kawasan Permukiman belum ada kegiatan apa-apa. Artinya di Perkim ini kita hanya mengerjakan RTLH saja tahun ini,” ujarnya saat ditemui diruangnnya, Rabu (12/1).
Disebutkan, pada tahun 2022 ini, Perkim Lotim tidak lagi menangani pembangunan atau perawatan drainase. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan anggaran daerah, sehingga hanya mengerjakan pekerjaan yang lebih bersifat super proritas saja.
Sedangkan pembanguanan drainase dan perbaikan darinase terakhir kali dilakukan oleh Perkim pada tahun 2020 lalu. Lokasinya di beberapa titik lokasi yang ada di Kota Selong. Seperti Lendang Bedurik, jalan dari PTC Pancor ke arah Jembatan Sekarteja dan Pasar Pancor.
“Memang masih banyak PR kita terkait drainase, khusunya di Selong yang harus kita selesaikan. Tapi anggaran kita tidak cukup untuk menangani tuntas persolan drainase di perkotaan ini,” katanya.
Sementara itu, terkait penaganan sedimentasi saluran yang kerap mengakibatkan luapan ketika musim hujan di beberapa titik yang ada di Kota Selong diakuinya tahun ini juga tidak bisa dilakukan. Sebab, selain dikarenakan masalah anggaran juga dikarenakan Perkim hanya menangani pembangunan fisik saja.
“Jadi kita di Perkim hanya pembangunan fisik saja dan melakukan normalisasi saja dan itupun tidak rutin. Karena kami tidak punya tenaga mekanik yang melakukan pemeliharaan rutin terkait normalisasi saluran itu. Semntara yang namanya sedimen ini pasti selalu ada setiap tahun ketika musim hujan,” jelasnya.
Baca Juga: Adu Data Lahan Mandalika, ITDC-BPN Justru Bawa Tangan Kosong
Terjadinya luapan di beberapa lokasi di Kota Selong ketika musim hujan lanjut Okti, dikarenakan banyaknya sampah yang menyumbat saluran irigasi yang dibuang secara sembarangan oleh masyarakat. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






