Bupati KLU (kanan) saat meresmikan gedung perpustakaan daerah. FOTO PROKOPIM KLU/GERBANG INDONESIA




Gerbangindonesia, Lombok Utara – Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu meresmikan pembangunan gedung layanan perpustakaan. Bertempat di Kecamatan Gangga, peresmian tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional, Deni Kurniadi, serta sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Kapolres Lombok Utara AKBP I Wayan Sudarmanta, Jumat (14/1).

Baca Juga: Adu Data Lahan Mandalika, ITDC-BPN Justru Bawa Tangan Kosong

Dalam sambutannya, Bupati Djohan mengapresiasi perhatian Perpustakaan Nasional yang telah menggelontorkan anggaran senilai Rp 10 miliar di tahun 2021 untuk pembangunan gedung tersebut. Dengan dibangunnya gedung ini diharapkan dapat meningkatkan indeks literasi masyarakat serta memudahkan akses bacaan khususnya pada era digital modern saat ini.

“Kami atas nama pemerintah daerah mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang sudah berkontribusi. Perpustakaan KLU berbasis digital telah tersedia, aplikasi ini adalah e-pustaka lotara yang bisa diakses melalui smartphone, android dan PC berbasis windows,” ungkapnya.

“Dengan diresmikannya pembangunan ini dapat berikan manfaat pada seluruh lapisan masyarakat terutama anak, apalagi ini lokasinya cukup representatif dan strategis,” imbuhnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional, Deni Kurniadi mengatakan, pihaknya memiliki visi dalam membina semua jenis perpustakaan sebagaimana UU Nomor 43 Tahun 2007. Di dalam program RPJMN salah satu targetnya yaitu menempatkan literasi sejajar dengan kreativitas guna mewujudkan masyarakat yang maju dan berdaya saing. Keberpihakan anggaran dalam pembangunan gedung ini, merupakan salah satu langkah ke arah tersebut.

“Kami ikut bagaimana mencerdaskan anak melalui membaca. Dengan begitu kita siap bersinergi untuk mengembangkan peran dengan pemerintah daerah. Dari 514 Kabupaten/Kota di Indonesia, masih ada 18 yang belum mengganti lembaga perpus menjadi dinas. Padahal ini adalah modal untuk sinergi ke depan,” katanya.

Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusarsip) KLU Kawit Sasmita menjelaskan, dibangunnya gedung perpus ini sekaligus menjadi gedung termegah di Lombok Utara. Gedung akan menjadi objek transformasi teknologi, ilmu pengetahuan, dan budaya di Lombok Utara. Hal ini diperkuat dengan sudah ada 13.500 lebih judul buku dalam keadaan offline. Namun secara online pihaknya memiliki hampir seribu judul buku yang bisa diakses oleh masyarakat.

“Dari sekian judul ini kita punya hampir 15 ribu eksmplar. Yang jadi tugas kita, bagaimana membawa masyarakat kita untuk mau membaca. Karena dari total penduduk hanya 1,2 ribu anggota perpus atau rataan 0,48 persen. Padahal idealnya 10 persen atau 25 ribu warga harus jadi anggota perpus,” jelasnya.

PR ke depan cukup berat, maka itu pihaknya sudah memulai sejumlah langkah guna menarik minat baca masyarakat Lombok Utara. Di antaranya dengan mengandeng taman baca dan komunitas untuk mendorong dan support warga untuk gemar membaca dan datang ke perpustakaan daerah. Dari jumlah 1,2 ribu anggota, rinciannya anak SD masih 10 persen, kalangan anak SMP 12 persen, anak SMA atau SMK mendominasi sebanyak 51 persen, dan sisanya sekitar 37 persen adalah masyarakat umum atau mahasiswa.

“Dari jumlah anggota tingkat kunjungan rendah hanya 250 orang dalam satu bulan jika di rata-rata tidak sampai 10 orang satu hari. Ini tugas kita bagaimana menarik orang untuk datang,” ucapnya.

Baca Juga: Presiden Datang, Masyarakat Girang

“Kami juga telah menyiapakan sejumlah inovasi yang akan kita lakukan pada tahun 2022 ini. Tentu ini dalam rangka program supaya bisa dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat,” pungkasnya. (iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here