GerbangIndonesia, Lombok Tengah – Rencana pemerintah untuk menjadikan hommestay sebagai salah satu solusi akan kurangnya hotel pada perhelatan MotoGP beberapa waktu lagi mendapat sorotan sejumlah pihak.

Salah satunya adalah pentolan Partai Golkar Lombok Tengah, HL Kelan yang secara gamblang menyatakan homestay memliki potensi besar membuat nama daerah menjadi tidak baik bahkan cendrung bisa mempermalakukan nama daerah di tingkat Internasional.

Saat diwawancara beberapa media, pria yang akrab disapa Miq Kelan itu mengatakan bahwa potensi itu bisa muncul apabila pelaku wisata tidak mempersiapan homestay dengan sebaik mungkin.

“Apalagi kemungkinan menghadapi musim yang tidak menentu, maka homestay harus dipersiapan dengan baik, jika tidak berpotensi mempermalukan daerah kita di mata dunia,” kata Kelan khawatir.

Apalagi, jika harga yang dipatok oleh pengelola tidak tanggung-tanggung dan cukup tinggi. Hal ini tentu akan menjadi sebuah penilaian tersendiri dari para tamu terutama yang berasal dari luar negeri.

“Harga yang dipatok cukup tinggi, jadi persiapan dan pelayanan yang diberikan juga harus sebanding, baru potensi tidak baik itu bisa ditekan,” sambungnya.

Dia menambahkan bahwa pemerintah daerah harus juga harus melakukan intevensi dalam pengelolaan dan persiapan homestay ini. Selain sebagai sebuah kewajiban juga untuk mencari cara meningkatkan lebih PAD ke depan.

Standarisasi sebuah homestay untuk menyambut event kelas dunia, lanjut Kelan, harus juga melibatkan pemerintah daerah dan para pakar. Jika tidak, maka akan ada banyak keluhan yang tentunya akan berpengaruh pada perkembangan daerah ke depan.

Tidak bisa dipungkiri jika kemudian cemooh yang akan dilontarkan oleh para tamu jika tidak puas akan berimbas pada kepercayaan dunia Internasional terhadap Indonesia secara umum dan Lombok secara khusus.

“Campur tangan daerah itu wajib, tidak boleh dilepas begitu saja, harus buat standar yang jelas agar tidak jadi salah-salah di belakang hari,” tegasnya. “Dan harus sejak dini, jangan tunggu mendekati hari H,” lanjutnya.

Selain homestay, persiapan lainnya juga harus segera dipersiapkan sejak dini. Misalnya seperti pesiapan konsumsi bagi para tamu dan penonton. Jangan sampai, lanjut dia, kejadian kekurangan konsumsi seperti di gelaran WSBK sebelumnya terulang kembali.

“Event sebelumnya sangat memalukan, jangan sampai itu terjadi lagi, apalagi ini event yang lebih besar lagi,” tegurnya.

Secara tegas sebagai anggota Dewan Lombok Tengah dia meminta agar Pemkab Lombok Tengah ikut turun tangan untuk masalah ini dan bersinergi penuh dengan para pelaku dan pengelola wisata. (fiq)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here