Ketua SBMI Lotim Usman. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA.l

GerbangIndonesia, Lotim – Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) untuk membuat Peraturan Desa (Perdes) terkait pekerja migran Indonesia, khususnya di Lombok Timur. Mengingat saat ini banyak PMI asal Lotim menjadi korban perdagangan orang (trafficking) ke luar negeri.

Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kapolri Minta Serikat Mahasiswa Muslimin Ingat Soal Ini..

Ketua SBMI Lotim, Usman menyampaikan, Lotim saat ini berstatus darurat perdagangan orang. Sebab setiap bulan bahkan setiap minggunya banyak PMI asal Lotim yang berangkat dan dipulangkan secara illegal dan tidak sedikit pula yang terkena tipu oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

“Ada oknum PT juga bermain karena ada celah mereka untuk melakukan perdagangan orang, contoh ada salah satu PT yang saat ini belum bisa mengembalikan uang PMI, sehingga itu yang kita tidak inginkan terjadi lagi,” terangnya saat ditemui di Selong, Jumat (13/5).

Kata dia, saat ini Lotim telah memiliki Perda terkait PMI, sehingga melalui Perda tersebut dirinya mendorong Pemda Lotim untuk mendesak desa untuk membuat Perdes terkait PMI untuk meminimalisir praktek perdagangan orang dan penipuan di Lotim.

Selain itu, kata dia, oknum calo di Lotim juga dinilai banyak bermain dalam kasus perdagangan orang dan berujung pada penipuan. Padahal CPMI sudah memberikan uang dalam jumlah banyak namun tidak diberangkatkan justru malah dipulangkan.

“Contoh ada CPMI kita yang mau pergi ke Polandia dan yang menjadi calonnya itu pamannya sendiri dan CPMI ini sudah memberikan uang Rp 45 juta, tapi mereka hanya sampai di Jakarta dan sekarang dipulangkan. Nah itu sudah ada indikasi penipuan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, kata dia, dirinya juga menemukan ada oknum yang bermain dengan cara membuatkan paspor kepada CPMI, padahal saat itu negara yang menjadi tujuan PMI belum resmi dibuka untuk PMI.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

“Padahal waktu itu negara Malaysia belum buka, tapi oknum ini malah sudah membuatkan paspor. Sehingga di sana mereka ada celah untuk mempermainkan PMI kita, jangan sampai kita lalai dan jangan sampai masyarakat Lotim menjadi korban perdagangan orang lagi,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here