GerbangIndonesia, Lotim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur membentuk Tim Andalan Kebersihan yang beranggotakan 50 orang. Tim ini nantinya akan fokus untuk menangani sampah yang ada di seputaran Kota Selong.
Baca Juga: Pemilihan DPD RI Dapil NTB 2024, Pendatang Baru Berpotensi Tumbangkan Petahana
Kadis DLHK Lotim, Dr M Hasbi Santoso menyampaikan, difokuskannya Tim Andalan itu di Kota Selong terlebih dahulu untuk membuat ibu Kota Lotim sebagai cerminan tetap dalam keadaan bersih. Nantinya tim andalan itu melakukan pembersihan di Kota Selong tidak lagi di pagi hari. Namun tim itu nantinya akan melakukan pembersihan dan mengangkut sampah mulai dari jam 8 malam hingga jam 4 pagi, sehingga tidak ada lagi truk pengangkut sampah yang beroperasi ketika pagi hari.
“Jadi jam 7 pagi itu kota sudah selesai, sebelumnya jam 8 pagi itu kita barengan sama truk pengangkut sampah sehingga itu sekarang tidak ada lagi karena sampahnya malam diangkut,” ucapnya saat ditemui di Selong.
Tim Andalan ini nantinya juga akan bertugas untuk membantu penyapu jalanan. Sehingga penyapu jalanan akan dibagi menjadi dua shift, yakni pagi subuh dan sore hari. Sehingga jam 07.00 wita saat masyarakat sudah mulai beraktivitas keadaan Kota Selong sudah bersih.
Disebutkan Hasbi, tugas Tim Andalan ini dinilai mengemban tugas sangat berat dari honorer biasanya. Sehingga insentif yang akan diberikan oleh Pemda lebih besar dengan honorer yang lainnya.
“Kalau honorer lainnya itu honornya Rp 750 perbulan, kalau Tim Andalan ini sekitar Rp 2 juta perbulannya. Jadi jauh dari tim penyapu jalan atau tim pengangkut sampah yang ada saat ini,” terangnya.
Adapun untuk status Tim Andalan yang beranggotakan hanya 50 orang ini tetap berstatus honorer. Hanya saja pekerjaan dan insentif yang didapatkan lebih besar dari honorer biasanya.
Sementara itu, tim andalan ini merupakan tenaga honorer baru yang di rekrut bukan dari Tenga honorer lama DLHK. Sebab kata Hasbi, jika menggunakan tenaga honorer yang lama maka akan berpengaruh terhadap sistem uang sudah ada saat ini.
“Tim ini adalah istilahnya tim pendukung. Artinya kita memberikan tambahan. Dan kami harap dengan adanya ini retribusi sampah nantinya juga akan naik, tapi bukan besar tarifnya melainkan hasil dari penarikan sampah itu sendiri,” katanya.
Hasbi menambahkan, adapun tim itu juga akan dikontrak selama lima bulan sesuai dengan kemapuan anggaran yang ada. Namun tim ini nantinya akan dievaluasi dan dikaji untuk kedepannya seperti apa.
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
“Nanti kita akan kaji dulu tim ini seperti apa, apakah kita akan lebur dengan tenaga yang ada saat ini. Dengan adanya perubahan sistem terutama dengan adanya penghapusan tenaga honorer,” pungkasnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







