GerbangIndonesia, Lotim – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lombok Timur merasa kewalahan mengolah sampah-sampah medis yang ada di Lotim. Mengingat sampah-sampah medis itu tidak boleh dibuang sembarangan atau di tempat yang sama dengan sampah lainnya.
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
Kadis DLHK Lotim, M Hasby Santoso menyampaikan, lokasi khusus untuk pembuangan dan pengolahan sampah-sampah medis di Lotim saat ini belum ada. Terlebih sampah medis yang banyak saat ini ialah sampah medis bekas botol vaksin Covid-19 yang mencapai ratusan ribu botol.
“Botol bekas vaksin kita di Lotim itu mencapai ratusan ribu botol dan botol-botol ini tidak boleh di apa-apain karena harus botol ini harus dimasukkan dalam instalasi pengolahan khusus limbah medis. Jadi tidak bisa dibuang sembarangan itu yang menjadi persolan kita sekarang ini,” ucap Hasbi saat ditemui di Selong, Selasa (9/8).
Kata Hasbi, pihaknya sudah mengajukan kepada kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk pengadaan tempat pengolahan sampah-sampah medis. Namun permintaan itu tidak bisa terealisasikan lantaran di NTB sendiri telah memiliki tempat pengolahan sampah medis yang ada di Sekotong Lombok Barat.
Meski NTB sudah memiliki tempat pengolahan sampah medis, namun ia menilai tempat pengolahan sampah medis yang ada di Sekotong itu belum bisa berjalan secara efektif. Sebab lokasinya yang terlalu jauh dan mesin pengolahannya belum bisa berjalan secara maksimal.
“Mesinnya itu belum bisa berjalan secara maksimal kasi pengolahan sampah medis ini belum bisa efektif,” katanya.
Untuk meminimalisir sampah medis dan mengantisipasi pembuangan sampah medis itu secara sembarangan, pihak DLHK Lotim sejauh ini telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, agar infrastruktur menuju lokasi pengolahan sampah medis yang ada di Sekotong bisa dibenahi.
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
“Kami sudah berkomunikasi dengan Pemprov, nanti pengolahan sampah medis yang di Sekotong itu akan dikelola oleh pihak ketiga termasuk juga nanti infrastruktur menuju lokasi itu akan dibenahi,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







