
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Rupanya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam menerapkan sistem one gate menuju kawasan tiga gili (Trawangan, Meno, dan Air) bukan isapan jempol belaka. Hal ini disepakati dengan akan dilakukan pemeriksaan ketat penumpang kapal cepat dari Bali di Pelabuhan Bangsal. Hal ini terungkap pada saat rapat internal sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Senin (8/8).
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianti Ridawan ditemui usai rapat mengungkapkan, pihaknya beserta aparat kepolisian serta pelaku pelayaran mencoba menyusun regulasi dan sistem menyangkut kapal cepat yang datang dari Bali hendak ke tiga gili. Akhirnya, untuk memastikan keamanan serta barang bawaan para penumpang maka pemda beserta polres akan memeriksa penumpang kapal cepat di Bangsal.
“Minggu depan kita akan lakukan trial bongkar di bangsal kemudian muat di tiga gili. Masih banyak pr keamanan orang dan barang masuk sulit di kontrol ketika ini tidak one gate sistem,” ungkapnya.
Dijelaskan, percobaan dalam sebulan kedepan dengan evaluasi dan pengawasan akan diterapkan pemerintah. Tujuannya, selain mengantisipasi dari sisi keamanan hal ini juga bisa menghidupkan kawasan Pelabuhan Bangsal lagi. Sebab, wisman dari Bali yang sudah diperiksa di bangsal bisa menggunakan publik boat atau speed boat yang tersedia jika mereka ingin ke tiga pulau. Demikian pula jika wisatawan ujug-ujug justru merubah haluan ke destinasi yang ada di daratan Lombok Utara hal ini malah akan lebih bagus. Artinya, berbicara wisata Lombok Utara tidak melulu hanya di ketiga pulau itu saja.
“Entah siapapun nanti yang angkut (bawa wisatawan ke tiga gili) mau koperasi A atau B silakan. Kita akan coba dulu namun setiap minggu kita tetap pantau,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Lombok Utara AKBP I Wayan Sudarmanta mengatakan tiga gili merupakan kawasan konservasi dan orang yang masuk ke sana selama ini sulit untuk diawasi dari aspek keamanan. Adanya one gate sistem di Pelabuhan Bangsal, dirasa bisa memudahkan monitoring yang dilakukan pihak kepolisian. Pasalnya, bukan hanya orang namun juga seluruh pihak tidak pernah tahu barang bawaan apa yang dbawa oleh para penumpang kapal cepat tesebut.
“Berkaitan one gate ini kita akan lakukan screening mengacu kejadian kebakaran kemarin, wisman mabok kecubung, itu semua jadi bahan evaluasi kita supaya diperiksa ketat di bangsal jika sudah bersih baru bisa masuk ke tiga gili,” katanya.
Aturan akan tetap sama, kendati wisatawan yang berada di tiga gili jika ingin meninggalkan pulau secara langsung ke Bali misalnya, dipersilakan langsung mengunakan kapal cepat. Kepolisian, lanjut I Wayan, memiliki tujuan semata selain faktor keamanan juga bagaimana supaya pariwisata khususnya di Bangsal bisa bangkit. Sebab menurutnya, potensi pariwisata Lombok Utara ini cukup besar karena merupakan kabupaten yang berdekatan dengan Pulau Dewata Bali.
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
“Untuk efisiensi dan kapasitas dari tiga gili bisa langsung ke Bali. Kabupaten di NTB yang memiliki kans paling besar dari sisi pariwisata yaitu KLU karena sangat dekat dengan Bali. Makanya kita ingin dorong ini supaya bisa lebih baik kedepan,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






