Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim H Masyhur. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di Lombok Timur mengalami penurunan yang sangat signifikan. Dimana berdasarkan data yang ada, jumlah kasus PMK saat ini masih tersisa masih 75 ekor sapi saja, dari jumlah kasus sebelumnya sebanyak 23.850 ekor yang terkena PMK.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun

“Kalau menghilangkan sama sekali virus ini tidak bisa, karena ini virus. Tetapi minimal kita bisa menekan jumlah kasus yang terjadi. Kita harap kasus ini terus mengalami penurunan bila perlu zero kasus,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Diskeswan) Lotim, H Masyhur saat ditemui di ruanganya, Senin (29/8).

Kata dia, pihaknya juga terus melakukan pemantauan dan pengecekan di kandang-kandang peternak untuk memastikan keadaan sapi ternak dan peyebaran virus di Lotim. Selain itu, lanjut Masyhur, ia juga ingin memastikan tidak ada lagi sapi ternak yang dipotong paksa karena PMK.

Sementara itu jumlah vaksin yang telah didroping ke Lotim sebanyak 38.700. Jumlah tersebut saat ini sudah habis disuntikkan, bahkan saat ini pihaknya kembali menerima droving vaskin sebnayak 6.000 vaksin dari provinsi.

“Kita sudah enam kali didropingkan vaksin, sekarang kita dapat 6.000 vaksin lagi, yang kemarin itu 6.000 juga, ini akan habis dalam jangka waktu dua hari. Tapi kita juga punya setok vaksin sebanyak 1.400 hanya untuk vaskin kedua saja, karena untuk bisa vaksin kedua kita harus menunggu minimal 4 minggu dulu setelah vaksin pertama,” ungkapnya.

Sejauh ini jumlah ternak yang sudah divaksin sebanyak baru 38.000. Sementara jumlah hewan ternak yang harus divaksin di Lotim sebanyak 162.000. Jika dipersentasikan kata dia, jumlahnya sangat sedikit. Namun dirinya mengakui Lotim menjadi kabupaten tertinggi capaian vaksinasi di Provinsi NTB.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun

“Kalau kita persentasikan jumlahnya sangat sedikit, tetapi kita menjadi tertinggi dengan capaian vaksin pertamanya di NTB ini,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here