GerbangIndonesia, Mataram – Aliansi Pemuda Pembela Ulama (APPU) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi di depan Kantor Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Pembangunan Bangsa (PPP) NTB, Sabtu (3/9/2022).
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
Aksi dilakukan buntut dari pernyataan Ketua Umum partai berlambang Ka’bah, Suharso Monoarfa tentang ‘Amplop Kiyai’, pada acara pembekalan Anti Korupsi Politik Cerdas Berintegritas yang diselenggarakan oleh KPK pada 15 Agustus lalu.
Kordinator aksi, Salvian mengungkapkan, adanya pernyataan dari pidato Ketua Umum DPP PPP yang menyatakan ‘Amplop Kiyai’ sangat menyayat hati mereka. Pernyataan yang tidak pantas oleh partai politik yang notabene background ulama.
“Pernyataan itu sangatlah mencoreng, melecehkan marwah para kiyai dan para ulama yang kami hormati. Jangan sampai PPP kembali mengulang kata Amplop Kiyai dan membuat nama baik ulama itu kembali rusak,” tegasnya.
Dikatakan Salvian, lahirnya bangsa Indonesia tidak bisa lepas dari peran serta perjuangan dan kontribusi besar yang diberikan oleh para kiyai dan ulama. Tercatat bahwa melalui madrasah dan pondok pesantren dengan jalur dakwah yang menjadi bagian penting sebagai instrumen perjuangan melawan penjajah.
“77 tahun Indonesia merdeka, para ulama dan kiyai tidak mundur dan memberikan kontribusi yang besar dalam mengontrol dan menegakkan nilai-nilai ke Islaman dan ke-Indonesiaan,” tegas Salvian.
Atas pernyataan Ketua Umum DPP PPP yang merendahkan harga diri kiyai dan ulama, massa aksi menuntut Suharsono Monoarfa agar meminta maaf secara terbuka pada ulama dan kiyai. Selain itu mendesak DPW PPP NTB agar bersuara terkait pernyataan Ketua Umum DPP PPP yang telah menghina ulama, dan meminta agar Suharsono Monoarfa mundur dari jabatannya karena tidak pantas untuk menahkodai partai berlambang Ka’bah.
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
Sementara itu dari pantauan madia ini di kantor DPW PPP NTB tidak ada seorang di dalam ruangan yang menemui massa aksi. Sampai berita ini dipublikasikan belum ada pengurus partai yang memberikan keterangan. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli







