Kementerian PUPR dan World Bank saat meninjau optimalisasi spam di Senaru. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama World Bank (Bank Dunia) meninjau lokasi pembangunan Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Senaru, peninjauan tersebut dihadiri pula oleh Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto, BPPW, Dinas PUPR KLU, PDAM KLU, serta Pemerintah Desa (Pemdes) Karang Bajo, disertai masyarakat setempat, Selasa (6/9).

Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun

Peninjauan yang dilakukan Kementerian PUPR bersama World Bank ini, dilakukan untuk semua program hibah yang disalurkan melalui World Bank di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Hari ini, mereka melakukan peninjauan di beberapa titik seperti di TPA Jugil, dan Optimalisasi SPAM Senaru, setelah itu mereka langsung menuju Sembalun, Lombok Timur guna melakukan tinjauan yang sama. Diketahui, pembangunan untuk Optimalisasi SPAM Senaru sendiri akan menyerap dana sekitar Rp 36 miliar, dan akan mulai dibangun pada Oktober 2022 ini.

“Alasan penting Optimalisasi SPAM Senaru dibangun, salah satunya adalah terkait kendala besar di beberapa desa di Kecamatan Bayan yang belum dapat dilayani karena berbagai keterbatasan. Banyak masyarakat yang belum dapat diakses oleh pelayanan PDAM, sehingga kami perlu mengoptimalkan pelayanan melalui hibah pembangunan Optimalisasi SPAM Senaru ini,” ujar Direktur Utama Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung (PDAM KLU) Firmansyah

Menurutnya, PDAM KLU telah mempersiapkan segala persyaratan administrasi maupun teknis terkait Optimalisasi SPAM Senaru. Di antaranya, pembebasan lahan inti dan izin lintasan untuk jalur pipa kepada masyarakat yang dilalui tanahnya oleh pipa jaringan PDAM. Saat ini, ada sekitar 4.000 kepala keluarga (KK) yang menjadi pelanggan PDAM KLU di Kecamatan Bayan.

Rencananya dengan adanya hibah Optimalisasi SPAM Senaru ini, dapat menjangkau hingga lebih dari 2.000 pelanggan. Selain itu, jika pembangunan ini nantinya sudah beroperasi, Firmansyah menegaskan, hal itu dapat mempermudah masyarakat dan meminimalisir gangguan-gangguan seperti keterlambatan distribusi air dan mengurangi titik-titik kekeringan di Bayan.

“Segala persyaratan untuk hibah ini sudah kami siapkan, pada dasarnya kami ditinjau karena memang sudah siap untuk dibangunkan. Keperluan syarat seperti lahan sudah kami siapkan juga,” jelasnya.

“Saat ini jangkauan pelayanan kami di Bayan sekitar 4.000 pelanggan dari pembangunan SPAM ini dapat bertambah hingga lebih dari 2.000 pelanggan. Ini juga meminimalisir gangguan-gangguan yang terjadi, debit air bertambah, dan mengurangi distribusi menggunakan mobil tangki,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto mengucapkan terima kasih kepada pihak Kementerian dan World Bank yang sudah berkenan memberikan hibah kepada kabupaten muda ini. Ia menegaskan, adanya hibah Optimalisasi SPAM Senaru ini akan berdampak signifikan dalam pelayanan air bersih kepada masyarakat. Terlebih Danny sendiri berasal dari Desa Loloan yang juga termasuk area yang mengalami kekeringan.

“Desa saya termasuk mengalami kekeringan. Itu sebabnya penting Optimalisasi SPAM Senaru ini dibangun, karena masih banyak warga yang seperti saya, mengalami kekeringan juga. Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah II C Kementerian PUPR, Erwin Adhi Setyadhi mengungkapkan, hibah pembangunan Optimalisasi SPAM Senaru ini merupakan kegiatan yang bersumber melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berasal dari dana luar negeri atau APBN LOAN, yang disalurkan oleh World Bank. Diharapkan, pembangunan ini dapat mempermudah pelayanan PDAM di Lombok Utara pada umumnya, khususnya daerah Bayan.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun

“Kami harap ini berdampak baik bagi pelayanan air bersih di KLU. Ini tidak terlepas dari capaian pelayanan PDAM KLU, selama ini sudah baik, kualitas airnya juga baik, dan hibah ini bentuk atensi pemerintah pusat,” pungkasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here