GerbangIndonesia, Mataram – Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo, Dr. Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi mengajak Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PW NWDI) seluruh Indonesia untuk bergabung ke Partai Perindo.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PB NWDI saat acara silaturrahim Pengurus DPP Partai Perindo dengan pengurus PW NWDI seluruh Indonesia, Minggu malam (18/9/2022).
Hadir dalam kesempatan tersebut Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq, jajaran DPW Partai Perindo, dan segenap jajaran PB dan PW NWDI.
“Secara singkat saya sampaikan bahwa ini dakwah, dan saya meminta teman-teman Pengurus Wilayah NWDI untuk menyampaikan, mensosialisasikan, mengajak untuk bersama-sama bergabung ke Partai Perindo di masing-masing tempat,” kata Gubernur NTB dua peridoe itu.
Kalimat yang dilontarkan cucu Pahlawan Nasional TGKH Zainuddin Abdul Madjid itu disambut tepuk tangan oleh peserta yang hadir di acara tersebut.
TGB melanjutkan, PW NWDI tak hanya diminta untuk mengajak hanya kader NWDI, melainkan menghimpun sebanyak-banyak orang dari lintas kalangan.
“Yang saya maksudkan mengajak itu bukan hanya kepada warga NWDI, tetapi kepada semua masyarakat kepada semua kenalan, sahabat, rekan se profesi dan apapun siapapun kita sampaikan,” katanya.
TGB menyebut, berkiprah Partai Perindo merupakan ruang dakwah yang lebih luas demi kebaikan untuk kemaslahatan seluruh bangsa.
TGB mempersilakan bagi para kader maupun jemaah yang masih ingin mendapatkan penjelasan, dirinya meminta untuk menyimak sejumlah wawancaranya yang ada di sosial media.
Dalam kesempatan tersebut, TGB menyebutkan dalam kiprahnya, Partai Perindo tidak punya beban masalalu. Selalu beriringan dengan kepentingan masyarakat.
Tidak ada hal-hal yang memberatkan, kalaupun ada kendala lebih kepada sesuatu yang sifatnya objektif, lebih kepada hal yang sifatnya persepsi. Tidak ada yang rill.
Perindo kata TGB, tidak pernah bermasalah dengan rakyat. Seperti mengeluarkan posisi politik yang nyata-nyata mendukung kezaliman, atau meminggirkan kepentingan rakyat.
Perindo, lanjut TGB memang belum menjadi partai besar yang dikomparasi kan dengan partai yang lebih tua, tetapi dia tetap konsisten bekerja dan bekhidmat sesuai dengan ruang-ruang yang ada.
“Karena itu saya mengajak kita semua, sampaikan. Pokoknya saya tidak perlu bicara terlalu banyak, yang penting sampaikan,” ujarnya.
Ruang dakwah bagi setiap muslim menurutnya dilihat dari dua dimensi kebaikan.
Pertama, yang berkaitan dengan akidah atau ritual ibadah yang sifatnya eksklusif.
Yang kedua, kebaikan dalam konteks nilai-nilai itu inklusif. Islam mengajarkan keadilan, Islam mengajarkan kesetaraan, Islam mengajarkan humanisme, Islam mengajarkan pemihakan kepada orang-orang yang dizalimi dan itu nilai-nilai yang universal.
Islam mengajarkan untuk hormat kepada orang tua. Itu suatu kearifan, suatu nilai kehidupan yang memang dipegang.
Kalau kita manakan dakwah dalam konteks konteks ini, baik yang sifatnya ritual ibadah yang sifatnya ke dalam, kita tidak boleh memaksakan akidah kepada orang lain.
Jadi kalau ada orang memaksa berdakwah dengan menawarkan konsep akidah itu berarti mau mengambil alih kewenangan terhadap Allah SWT. Yang pertama ini sifatnya lebih terbatas.
Tetapi yang kedua, dakwah dalam arti menyebarkan nilai-nilai baik universal ini sifatnya inklusif. Dakwah dalam konteks ini ruangnya bisa beragam.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
“Ada ruang katakanlah transaksi bisnis, kewenangan, finansial, ada ruang budaya, soal, ada juga politik. Dalam ruang politik itu tentu kita tidak memaksakan ruang akidah,” katanya. (*)
Source: Lombok.TribunNews.com







