GerbangIndonesia, Lotim – Pengangkatan tenaga honorer di Lombok Timur untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan dilakukan secara selektif sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Hal tersebut diungkapkan Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy dalam rapat bersama Menpan RB dengan Kepala Daerah se-Indonesia dan memberikan dua solusi terkait pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK, beberapa waktu lalu.
Adapun solusi pertama yang ditawarkan Bupati Lombok Timur ialah untuk mengangkat semua tenaga honorer menjadi PPPK. Namun hal itu dinilai tidak mungkin dilakukan mengingat jumlah tenaga honorer yang cukup banyak.
“Solusi pertama agar diangkat semuanya tapi itu tidak mungkin, kemudian solusi kedua ialah agar diangkat secara selektif. Tapi kita ambil solusi yang kedua itu,” terangnya saat ditemui di kantor DPRD Lotim, Kamis (22/9).
Untuk jumlah honorer yang akan diangkat menjadi PPPK di Lotim, Bupati tidak merinci secara pasti. Namun nantinya Pemkab Lotim akan melihat dulu kemampuan keuangan daerah.
Sementara untuk kriteria honorer yang akan diusulkan kan menjadi PPPK tersebut minimal masa pengabdiannya selama satu tahun. Sebab saat ini jumlah tenaga honorer di Lotim ini cukup banyak. Hal itu dikarenakan perekrutan tenaga honorer tidak hanya dilakukan oleh Bupati saja.
“Semestinya perekrutan honorer ini harus ada tandatangan Bupati. Tapi sekarang kan kepala sekolah ngangkat honorer, UPTD Dikbud ngangkat dan OPD-OPD yang lain. Kalau ada permainan dalam perekrutan, kita akan kembalikan nanti ketika kita mengangkat mereka menjadi PPPK, nanti ada syarat dan kriteria yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Dikatakannya pula, seleksi pengangkatan honorer di Lotim nantinya sekaligus sebagai evaluasi terhadap honorer yang ada. Mengingat jumlah honorer di Lotim sendiri mencapai puluhan ribu.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Honorer kita ini jumlahnya sekian puluh ribu, tapi kalau kemampuan keuangan kita hanya 100, maka kita angkat 100 orang,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







