Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Diskeswan) Lotim, H Masyhur. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur mengajukan permohonan pergantian sapi ternak para peternak yang mati dikarenakan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim, H Masyhur menyampaikan, jumlah sapi ternak yang mari karena PMK di Lotim sebanyak 136 ekor. Sedangkan saat ini pihaknya tengah memproses data sapi yang mati.

“Tim verifikasi provinsi juga sudah turun. Pergantian ini dalam bentuk pengurangan beban terhadap peternak yang mati sapinya karena PMK yang dilaporkan oleh dokter hewan,” ujar Masyhur saat ditemui di Kantor DPRD Lotim, Rabu (5/10).

Adapun pergantian sapi ternak yang mati itu bukan dalam bentuk hewan ternak, namun akan diberikan dalam bentuk uang sebesar Rp 10 juta perekor sapi.

Sedangkan jumlah sapi ternak yang mati se-NTB sebanyak 265 ekor. Sementara kabupaten Lotim menjadi kabupaten tertinggi jumlah sapi ternak yang mati karena PMK.

Ditegaskannya saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan kepada sapi-sapi ternak yang mati baik yang dilaporkan maupun tidak dilaporkan. Sebab kata dia, banyak juga sapi peternak yang mati di Lotim namun tidak dilaporkan oleh peternaknya.

Ditambahkan sampai saat ini Lotim belum dikatakan bebas dari kasus PMK. Hal itu mengacu pada masih ditemukannya sapi ternak yang terjangkit PMK, meski dengan jumlah kasus yang minim.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Belum kita belum bisa dikatakan bebas PMK, karena masih ada beberapa kasus yang terjadi walaupun jumlahnya tidak seberapa,” pungkasnya. (par)

Editor:Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here